31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Tak Haya Warga Lokal, Tradisi Grebeg Besar Keraton Solo Juga Pikat Warga Prancis dan Kanada

BETANEWS.ID, SOLO – Hari Raya Iduladha diperingati dengan cara berbeda-beda di setiap tempat. Ada yang hanya menggelar penyembelihan hewan kurban saja dan ada juga yang menggelar upacara adat. Seperti di Solo misalnya. Setiap perayaan Iduladha, Keraton Solo selalu menggelar Tradisi Grebeg Besar usai Salat Id.

Dua buah gunungan berukuran besar dibawa oleh abdi dalem keraton menuju Masjid Agung Keraton Surakarta. Gunungan tersebut kemudian diperebutkan oleh masyarakat sekitar yang hadir. Setelah didoakan, gunungan tersebut kemudian diperebutkan oleh masyarakat. Dengan mendapatkan benda yang ada di gunungan tersebut, konon katanya akan mendapatkan keberkahan.

“Tadi (gunungan) didoakan kemudian diperebutkan. Mudah-mudahan Indonesia ini menjadi negara yang aman tentram, kemudian keraton juga begitu dan seluruh umat manusia juga demikian diberikan kesehatan dan ketentraman. Intinya keselamatan lah,” tutur Muhtarom, Ketua Takmir Masjid Agung Keraton Surakarta, Kamis (29/6/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Mengkhidmati Tradisi Grebeg Besar Keraton Solo saat Hari Raya Iduladha

Selain masyarakat lokal Solo, tradisi ini juga menarik perhatian dari wisatawan luar kota, bahkan mancanegara. Seperti salah satunya adalah Anna Maria, warga Prancis yang telah lama tinggal di Indonesia.

“Ya kami memang sudah mengetahui (adanya Grebeg Besar). Jadi tour-nya disusun khusus untuk melihat sesuatu yang unik yang ada di Jawa dan bukan tour yang umum. Dan tamunya memang ikut karena mau melihat segi Jawa yang tidak umum dipertunjukkan,” ujar Anna.

Meski ia sudah cukup lama tinggal di Inonesia, yakni di Malang, Jawa Timur, ini merupakan kali pertamanya menyaksikan Grebeg Besar di Solo.

“Meskipun saya sudah 41 tahun tinggal di Indonesia, tapi ini pertama kali saya menghadiri upacara ritual Grebeg Besar. Jadi saya sangat terkesan dengan keanggunan budaya Jawa, dengan kostum-kostum yang indah dan sebagainya,” ujarnya.

Kendati demikian, ia tidak ikut berebut saat gunungan diperebutkan oleh maayarakat. Ia bersama wisatawan asing lainnya mengaku sangat takjub dengan budaya satu ini.

“Ini kan teman saya dari Prancis, kami 9 orang, 7 dari Prancis, satu dari Kanada dan saya Prancis tapi tinggal di Indonesia,” katanya.

Baca juga: Sakralnya Jamasan Dua Pusaka Sunan Kalijaga, Harus Puasa 9 Hari

Selain wisatawan asing, banyak juga wisatawan Tanah Air yang baru pertama kali ini melihat dan ikut berebut gunungan. Ia adalah Aisyah, wisatawan asal Surabaya.

“Ini baru pertama kali, saya juga kurang tahu tapi senang sih tradisi kayak gini. Karena di Surabaya kan tidak ada ya,” ujar Aisyah.

Aisyah bersama keluarganya sebelumnya melaksanakan salat Id di Masjid Raya Sheikh Zayed, kemudian melanjutkan berwisata di Masjid Agung Keraton Solo.

“Saya kebetulan wisata tadi kebetulan salat id di masjid Syekh Zayed terus saya ke sini. Tadi saya nggak tahu kalau ada grebeg ini. Seneng banget luar biasa budaya bangsa Indonesia,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER