Sempat Diremehkan, Orek Tempong Buatan Wahyu Kini Go Internasional

BETANEWS.ID, JEPARA – Bau harum nan lezat yang tercium di wilayah Desa Pecangaan Wetan, Rt 2/ Rw 4, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara itu ternyata muncul dari aroma tempong yang sedang digoreng.

Setelah ditelusuri, aroma penggugah selera itu berasal dari sebuah rumah produksi milik Wahyu Jati Waseso (32). Walaupun masih berusia tiga tahun, tetapi produk orek tempong buatannya sudah mampu melalang buana ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, sampai ke Mekkah, Madinah, dan Bangladesh.

Baca Juga: Puli Klenyam, Kuliner Demak yang Bikin Kangen Warga Perantauan Saat Pulang Kampung

-Advertisement-

Pandemi yang terjadi memang sempat mematikan perekonomian Indonesia, tak terkecuali Wahyu. Gegara pandemi, usaha pakaian yang digelutinya beberapa tahun harus gulung tikar.

Akhirnya, pada Agustus 2020 dia mencoba beralih ke bidang lainnya, yaitu kuliner, yang hingga saat ini bisa mencapai pasar internasional. Idenya untuk berjualan orek tempong bermula saat dia mencicipi tempong buatan mertuanya.

Jika biasanya tempong diolah dengan cara dikukus, mertuanya justru mengolah dengan cara digoreng. Rasa asin tempong pun sudah tidak begitu dominan. Bercampur dengan rasa manis dan gurih.

Pada awal dia memulai usaha, banyak yang mencibir dan terkesan meremehkan produk yang dipasarkannya dan istri. Kecintaannya dengan Jepara menjadi alasan kuat lain Wahyu untuk tetap bersemangat menjajakan orek tempong.

“Jadi dulu saat kuliah memang bercita-cita untuk bisa punya produk oleh-oleh khas Jepara. Nah waktu menikah sama istri, terbersit akan tempong yang merupakan produk khas Jepara. Akhirnya mulai berpikir, bisa ini dijadikan usaha,” katanya.

Sebelum ini, tempong dijual di pasaran dalam bentuk mentah, hampir tidak ada yang berbentuk olahan. Sehingga ia ingin menghadirkan produk olahan tempong yang bisa langsung dimakan bersama nasi, ataupun dijadikan cemilan.

“Biasanya Orang-orang asli Jepara itu kalau merantau kan bawanya yang mentah. Sering juga kalau di musim haji seperti ini, banyak dipesan untuk dijadikan bekal dibawa kesana (Mekkah dan Madinah),” jelasnya.

Dalam sebulan Wahyu mampu memproduksi sekitar 50 kg orek tempong yang dikemas menjadi sekitar 800 bungkus berbagai ukuran. Harganya bervariasi tergantung ukuran.

Baca Juga: Rujak Werak di Morodemak Ini Hanya Berisi Satu Buah dan Diguyur Kuah Air Kelapa Kecut

Untuk kemasan 50 gr dijual dengan harga Rp 17 ribu per bungkus, kemasan 75 gr seharga Rp 25 ribu per bungkus, sementara kemasan 100 gr dibandrol dengan harga Rp 30 ribu per bungkus.

Produk milik wahyu tersebut sudah dijual di berbagai marketplace, selain itu pembeli bisa juga datang langsung ke rumahnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER