BETANEWS.ID, KUDUS – Pernikahan dini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya angka kematian ibu dan bayi di kudus pada kurun waktu Januari hingga Mei 2023. Tercatat ada lima kasus yang ditemukan pada periode tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Andini Aridewi, mengatakan, ada dua faktor utama yang mempengaruhi tingginya angka kematian ibu dan bayi.
“Ya, pernikahan dini sangat beresiko pada kematian ibu dan anak. Selain itu juga kehamilan yang tidak diinginkan juga berpengaruh,” Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Andini Aridewi kepada Betanews.id saat ditemui di Puskesmas Ngemplak, Kecamatan Undaan, belum lama ini.
Baca Juga: Demi Jadi Peternak Kambing, Tikno Rela Tinggalkan Bisnis Odong-Odong yang Sudah Mapan
Menurutnya, pada pernikahan dini kesiapan fisik dan mental si perempuan untuk menjadi seorang ibu bisa dikatakan belum sepenuhnya matang. Hal itu akan sangat beresiko pada bayi yang dikandung dan juga pada sang calon ibu.
“Sehingga bayi dan calon ibu sangat beresiko tidak sehat dan kemungkinan terjadi kematian,” jelasnya.
Hal yang sama juga terjadi pada kehamilan yang tidak diinginkan. Misal terjadi kehamilan sebelum ada proses pernikahan itu jelas sangat berpengaruh pada mental sang calon ibu. Sehingga nantinya anak dan calon ibu sangat beresiko terjadi kematian ibu dan anak.
“Kehamilan tidak diinginkan juga bisa terjadi pada perempuan yang sudah memiliki pasangan. Misal kehamilan beruntun karena tidak KB. Hal itu akan mempengaruhi si ibu dalam memeriksakan pelayanan kesehatan, dan beresiko terhadap kematian ibu dan anak,” ungkapnya.
Meski begitu, Andini tak menjelaskan secara detail berapa persen dampak pernikahan dini dan kehamilan tak diinginkan terhadap angka kematian ibu dan anak di Kudus. Menurut Andini selain dua faktor tersebut, juga ada faktor lain. Yakni penyakit di kehamilan. Banyak kasus pada saat hamil di antaranya hipertensi, penyakit jantung, dan pendarahan.
“Hal ini sebetulnya bisa dicegah, bila mana dilakukan screening pemeriksaan kehamilan sesuai standart dan rutin secara berkala. Serta pengawalan kesehatan juga dilakukan dengan benar,” bebernya.
Baca Juga: Tempat Penjualan Kambing Kurban di Kudus Ini Buka 24 Jam Nonstop
Oleh karenanya, lanjut Andini edukasi pemahaman si ibu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin selalu ditekankan. Termasuk standar pemeriksaan kehamilan oleh tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan selalu dikedepankan.
“Sepanjang ini kasus kematian ibu dan anak terjadi pada satu di antaranya. Belum kita temukan kasus kematian ibu dan bayi secara bersamaan,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

