BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam rumah yang sekaligus dijadikan tempat usaha salon seorang perempuan mengenakan kaki palsu sedang melayani pelanggan. Dengan cekatan, tengan terampil dia memotong rambut pelanggan. Perempuan tersebut yakni Siti Qomariah (31) seorang difabel yang menjadi salah seorang bakal calon legislatif (Bacaleg).
Usai melayani para pelangganya, dia mengatakan, ketertarikannya menjadi anggota dewan karena ingin memperjuangkan hak difabel dan perempuan. Oleh karena itu, ketika ditawari oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kudus untuk maju menjadi bakal calon legislatif (Bacaleg), Ia pun langsung bersedia.
Baca Juga: Kisah Ida Rintis Bisnis Perabotan Dapur Berbahan Kayu hingga Tembus Pasar Mancanegara
“Yang bisa mengetahui kebutuhan para kaum difabel adalah para difabel itu sendiri. Karena saya juga bagian dari mereka, dan demi memperjuangkan hak kaum para difabel, saya nekat dan bismillah maju nyaleg,” ujar Qokom di tempat usahanya di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Warga Desa Cranggang, Kecamatan Dawe itu mengungkapkan, selama ini masih banyak difabel di Kudus yang belum terpenuhi haknya. Terutama kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan lapangan pekerjaan.
“Para teman-teman penyandang difabel di Kudus masih banyak tak diberi kesempatan untuk bekerja di Kota Kretek. Itu akan saya perjuangkan nantinya, agar penyandang difabel juga punya hak yang sama dengan orang lain pada umumnya,” beber perempuan yang menjadi kepala keluarga tersebut.
Qokom yang kehilangan satu kakinya akibat kecelakaan itu berujar, jika jadi anggota dewan nanti, Ia juga ingin memperjuangkan perekonomian para difabel di Kudus. Mungkin bisa mengusulkan bantuan usaha, memberikan pelatihan, agar mereka nantinya bisa berwirausaha.
“Sehingga para difabel di Kudus bisa mandiri secara ekonomi dan tak bergantung pada orang lain,” ungkap perempuan yang sudah dikaruniai empat anak tersebut.
Selain itu, seorang difabel yang juga memiliki usaha salon dan produksi kopi tersebut juga ingin memperjuangkan aspirasi para perempuan di Kabupaten Kudus. Ia ingin membuat gebrakan agar para perempuan tidak hanya jadi ibu rumah tangga (IRT) saja, tapi mampu berwirausaha.
“Di Kudus ini para perempuan banyak yang kerja jadi buruh pabrik. Saya ingin bikin gebrakan, agar perempuan di Kudus ini bisa berwirausaha hingga nantinya bisa lebih maju secara ekonomi,” kata ibu empat anak tersebut.
Meksi modal nekat dan bismilah tapi Qokom mengaku sudah membentuk tim pemenangan. Klaimnya, dia juga cukup dikenal di Kecamatan Dawe dan Jekulo yang sebagai Daerah Pilihan (Dapil) Qokom.
Baca Juga: Kosnan, Pandai Besi Kudus, Mulai Menempa Sejak Usia 8 Tahun
“Orang-orang malah pada datang sendiri untuk menawarkan diri sebagai tim pemenangan. Kerabat dan para teman juga banyak yang mendukung pencaleganku,” bebernya.
Dia pun berharap, nantinya bisa jadi caleg tetap dan mampu melenggang jadi anggota DPRD Kudus. Jika jadi, apa yang jadi aspirasi teman-teman difabel dan para perempuan di Kudus akan benar-benar diperjuangkannya.
Editor: Haikal Rosyada

