BETANEWS.ID, DEMAK – Sejumlah 40 prajurit tampak berjejer rapi menuju Pendopo Notobratan Kadilangu mengawal para tamu keluarga Keraton Kasunanan Surakarta, yang datang membawa minyak Abon-abon untuk acara penjamasan pusaka Sunan Kalijaga, pada Kamis (29/6/2023).
Diiringi dengan alunan musik gamelan, tamu keluarga Keraton Kasunanan Surakarta disambut hangat oleh para ahli waris Sunan Kalijaga, Bupati Demak Eisti’anah, dan beberapa pejabat daerah.
Baca Juga: Pembuat Minyak Penjamasan Pusaka Sunan Kalijaga Harus Ahli Waris yang Sudah Menopause
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian maksud tujuan dari keluarga Keraton Kasunanan Surakarta, yang dipandu oleh Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Adipati Dipokusumo hadir ke Kadilangu, Rabu (28/6/2023).
Setelah itu, Sesepuh Ahli Waris Sunan Kalijaga, Muhammad Cahyo Imam Santoso, menerima penyampaian tersebut dan mempersilahkan keluarga Keraton Surakarta untuk masuk ke area Pendopo Notobratan Kadilangu.
Minyak Abon-abon yang dibawa dari Keraton Surakarta, lalu diserahkan secara simbolis kepada ahli waris Sunan Kalijaga. Prosesi tersebut, selanjutnya diisi dengan sambutan dan ucapan selamat oleh ahli waris Sunan Kalijaga dan Pemerintah Kabupaten Demak.
“Alhamdulillah pada hari ini kasepuhan rawuh dan sebagaimana maksud, untuk memberikan minyak Abon-abon penjamasan yang dilakukan besok Kamis tanggal 29 Juni 2023,” kata Sesepuh Ahli Waris Sunan Kalijaga Muhammad Cahyo Imam Santoso.
Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Adipati Dipokusumo, menerangkan minyak Abon-abon telah diambil dari masjid Surakarta. Sedangkan bahan dasarnya diambil dari kelapa, yang dipetik dari pohon menghadap Utara yang sedikit ke arah Barat, atau Kiblat.
“Minyak itu diambil dari pohon yang tumbuh di area Keraton kemudian diserahkan kepada Keraton untuk diolah,” terangnya.
Baca Juga: Atraksi Ngudak Bubur dan Tradisi Ider-Ider Meriahkan Sedekah Bumi Desa Petekeyan Jepara
Sedangkan mengenai acara penjamasan, yang dimasukkan dalam Grebeg Besar. Menurutnya menjadi daya tarik wisatawan dalam mengenal budaya lokal. Meskipun begitu, dia berpesan agar pelaksanaannya tidak meninggalkan nilai manfaat yang terkandung didalamnya.
“Dalam wisata budaya ada hal-hal yang perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan keutuhan dan manfaat terutama pada masyarakat. Nah Keraton Kasunana Surakarta ini mendukung hal itu,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

