31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Hartopo Klaim Elektabilitasnya Tertinggi di Kudus, Isyarat Maju Pilbup 2024?

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo akan purna tugas pada September 2024. Meski begitu, ia belum menentukan langkah politiknya ke depan, apakah mencalonkan diri kembali sebagai bupati atau justru pindah haluan jadi Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI).

Untuk nyaleg, Hartopo memang mengaku belum berkeinginan masuk DPR RI. Langkahnya itu disukung basis konstituenya yang terdiri para tokoh masyarakat damn agama.

“Kalau harapan beliau-beliau (basis konstituen-red) saya tetap untuk Kabupaten Kudus. Maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),” kata Hartopo di Pendapa Kudus, belum lama ini.

-Advertisement-

Baca juga: Hartopo Belum Tertarik Jadi Caleg DPR RI

Hartopo mengungkapkan, sebagai kader yang lolos rehabilitasi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, hal tersebut juga sudah dikonsultasikan kepada  ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai, Bambang Wuryanto. Menurutnya, respon pria yang akrab disapa Bambang Pacul sangat baik.

“Beliau itu kan seorang pimpinan yang bijaksana, jadi saya terbuka saja. Pada dasarnya beliau siap saja,” beber Hartopo.

Disinggung apakah ia ditanya oleh Bambang Pacul terkait elektabilitas, Hartopo mengiyakannya. Terkait elektabilitas, yang menjawab ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kudus, Masan.

“Yang jawab terkait elektabilitas, Pak Masan. Secara persentase memang tidak dijelaskan secara detail, tapi Pak Masan mengatakan bahwa elektabilitas saya diurutan pertama, Pak Masan kedua,” ungkapnya.

Baca juga: Setelah Purna Tugas, Bupati Kudus Hartopo Ingin Bersantai Sejenak

Meski begitu, lanjut Hartopo, maju atau tidaknya dirinya dalam kontstasi Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Kudus tergantung dari masyarakat. Lagi-lagi Hartopo menegaskan bahwa dirinya adalah pelayan masyarakat. Oleh karenanya, jika masyarakat masih menghendaki dirinya jadi bupati maka ia akan maju lagi.

“Ketika masyarakat masih menghendaki saya, insyaallah. Tapi kalau masyarakat sudah tidak menghendaki saya, karena mungkin salah kinerja, masalah kebijakan yang dianggap kurang baik, tentunya harus tahu dirilah. Saya tidak memaksakan diri,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER