BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan menggelar Pasar Murah di Aloon-Aloon Kota Semarang atau depan Masjid Agung Semarang, Jumat (14/4/2023). Ini merupaksan salah satu upaya menekan inflasi hasil kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dalam program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
GNPIP merupakan program BI merespon arahan pemerintah dan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah, sebagai pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia. Pada peluncuran GNPIP 2023 di Makasar 5 Maret lalu, dicanangkan tujuh program unggulan, di antaranya penyelenggaraan pasar murah, perluasan Kerja sama Antar Daerah (KAD), dan penguatan infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).
Dalam program Pasar Murah itu, Pemkot Semarang pun mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk belanja di sana.
Baca juga: Pemkot Semarang Akan Gelar Pasar Murah di Semua Kecamatan Sampai Jelang Lebaran
Sebelumnya Pemkot Semarang telah melakukan inovasi pengendalian inflasi pangan, seperti Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman). Inovasi Pak Rahman berhasil menurunkan laju inflasi hingga mencapai 4,81 persen. Angka ini sekaligus menempatkan Kota Semarang di posisi kota dengan laju inflasi 2023 terendah se-Indonesia, bersama Kota Pematang Siantar.
Pak Rahman secara khusus diproyeksikan untuk menekan inflasi pangan di Ramadan dan jelang Idulfitri 2023. Pak Rahman merupakan Gerakan Pangan Murah dengan tagline Aksesbilitas Pangan Murah dan Berkualitas Untuk Masyarakat. Pasar murah yang tersebar di 16 kecamatan ini berkerja sama dengan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang mengkoordinasikan gabungan kelompok tani (gapoktan) dari berbagai daerah.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ita menjelaskan, program Pak Rahman selaras dengan GNPIP. Dalam Pak Rahman, Pemkot bekerja sama pula dengan Bulog dan Perusahaan Daerah Citra Mandiri Jawa Tengah (PD CMJT).
Baca juga: Pasar Murah di Dinas Pertanian Kudus Diserbu Warga, Hartopo Minta Digelar Rutin
“Kami mengundang Bulog, distributor daging, dan BUMP. Termasuk juga PD CMJT, BUMD-nya Provinsi Jawa Tengah. Mereka senang tidak harus menjual ke mana-mana tinggal datang ke Pak Rahman di kecamatan-kecamatan, selesai,” ungkap Ita saat ditemui di kantornya, Kamis (13/4/2023).
Ita pun memberi apresiasi kepada BUMP Kota Semarang yang telah berkontribusi besar dalam gelaran Pak Rahman. Sejauh ini BUMP telah mendistribusikan 24 ton beras pada minggu lalu. Kebutuhan ayam dan telur dipasok BUMP dari gapoktan Kabupaten Kendal. Sementara kebutuhan sayur mayur dipenuhi oleh gapoktan Kabupaten Semarang.
Editor: Ahmad Muhlisin

