31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Usai Buka Tradisi Dandangan, Hartopo dan Masan Pilih Makan Mi Ayam Sambil Lesehan di Trotoar

BETANEWS.ID, KUDUS – Tradisi Dandangan resmi dibuka, Sabtu (13/3/2023) sore. Pembukaan secara simbolis dengan pemotongan pita dilakukan oleh Bupati Kudus Hartopo dan didampingi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Masan serta Plt Kepala Dinas Perdagangan, Jadmiko Muhardi.

Setelah pita terpotong, Bupati dan Ketua DPRD Kudus tersebut berkeliling ke beberapa stand hingga kemudian memutuskan makan mi ayam sambil lesehan di trotoar depan Masjid Agung Kudus. Sambil menyantap mi, Hartopo mengungkapkan bahwa sudah lama berlangganan mi ayam tersebut.

“Mie ayam ini kan produk Kudus, penjualnya orang Kudus. Mi ayam ini langganan saya, kalau tidak percaya tanya saja sama pedagangnya,” ujar Hartopo.

-Advertisement-

Baca juga: Tiga Tahun Vakum, Pedagang Sangat Antusias Jualan pada Event Dandangan Tahun Ini

Hartopo mengatakan, setelah tiga tahun vakum karena pandemi, Dandangan ini seolah untuk balas dendam agar masyarakat terhibur serta untuk membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Harapanya dengan adanya Dandangan ini produk UMKM di Kudus dikenal masyarakat luas. Sebab saya yakin yang datang ke acara Dandangan ini tidak hanya orang Kudus saja, tapi juga orang lain daerah,” ungkapnya.

Tradisi Dandangan tahun ini juga berbeda dengan sebelumnya. Di mana di Alun-Alun Simpang 7 Kudus terdapat pasar malam dan stand yang diharapkan mampu menarik pengunjung dan makin meriah.

Baca juga: Beberapa Ruas Jalan Ditutup Selama Gelaran Dandangan, Ini Lokasinya

“Untuk pedagang yang jualan di Dandangan ini prioritas tetap UMKM Kudus. Persentasenya 75 persenpedagang dari Kudus dan 25 persennya dari lain daerah,” jelasnya.

Plt Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Jadmiko Muhardi mengatakan, gebyar Dandangan tahun 2023 dilaksanakan pada tanggal 11-23 Maret 2023 atau sampai menjelang hari pertama Ramadan yang ditetapkan pemerintah.

“Untuk jumlah stand ada 620 yang berada di sepanjang Jalan Sunan Kudus bagian timur Jembatan Sungai Gelis, Jalan Ramelan dan Alun- Alun Kudus. Terdiri dari 461 pedagang dari Kudus dan 159 pedagang dari lain daerah,” ujarnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER