BETANEWS.ID, SEMARANG – Satu lagi mal dibuka di Kota Semarang. Kamis, 16 Maret lalu The Park Semarang yang berlokasi di jalan Madukoro Raya, Krobokan, Semarang Barat telah dibuka. The Park ini adalah bisnis bersama antara pengembang pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia NWP Property dengan pengembang properti Putra Wahid Land.
Peletakan batu pertama mal dengan nilai investasi hampir satu triliun rupiah ini sudah dilakukan pada 2019. Pandemi Covid-19 membuat The Park yang digadang-gadang sebagai mal terbesar di Kota Semarang baru bisa dibuka di 2023.
The Park dengan konsep mixed use memiliki luas 90.000 meter persegi dan kapasitas parkir 1.200 kendaraan. Saat ini, 60 persen dari jumlah 120 tenant sudah dibuka. Rencananya sebelum Lebaran seluruh gerai sudah dibuka. Di ketenaga kerjaan, The Park menyerap sekitar 800 sampai 900 pekerja yang 70 persennya ber-KTP Semarang.
The Park Semarang menjadi satu dari sekian banyak mal dan pusat perbelanjaan yang meramaikan kegiatan ekonomi dan bisnis di kota Semarang. Sebut saja Paragon Mall, DP Mall, Java Mall, Ciputra Mall, Plasa Simpang Lima, Transmart, Tentrem Mall, dan masih banyak lagi. Sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Semarang saat ini menjadi daya tarik banyak investor properti.
Baca juga: Pracima Tuin Mangkunegaran Resmi Dibuka untuk Umum, Wajib Dikunjungi saat ke Solo Nih
CEO Retail and Hospitallity PT NWP Property, Alphonzus Widjaja mengatakan, kehadiran The Park bukan menyaingi mal-mal yang sudah ada, tapi melengkapi. Menurut Alphonzus, Kota Semarang saat ini menjadi kota yang menarik bagi para retailer.
“Di Semarang banyak retailer yang minta tempat. Meski dunia krisis global, tapi Indonesia masih kuat, seperti bisnis retail ini,” jelasnya.
Alphonzus mengklaim The Park mempunyai keunikan khusus dengan menghadirkan merek-merek produk yang belum ada di Semarang atau Jawa Tengah. Sementara pihaknya juga tetap menjaga keseimbangan antara brand lokal dan luar negeri.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ita yang hadir meresmikan The Park mengatakan, kehadiran The Park akan menambah daya ungkit perekonomian Kota Semarang. Meski banyak menawarkan brand-brand luar negeri, tapi pihaknya meminta The Park agar tetap mengakomodir usaha mikro dan menengah di Kota Semarang. Salah satunya, tambah Ita, pemerintah kota dan The Park akan membuat MoU tentang pelibatan UMKM di event-event tertentu.
Ita juga menyebut banyaknya investor yang ingin masuk ke Semarang. Merespon hal itu pihaknya akan memberi kemudahan dalam hal perizinan.
Baca juga: Pemprov Jateng Gandeng 125 UMKM dalam Program Parsel Lebaran, Ini Cara Ordernya
“Banyak brand yang mau investasi di Kota Semarang, pemkot mengakomodir, dan member kemudahan investasi dan perizinan,” ungkap Ita.
Termasuk di bidang properti seperti The Park ini, Ita juga mempersilahkan investor lainnya untuk masuk. Menurut Ita, masih banyak kawasan di Kota Semarang yang bisa dikembangkan untuk bisnis properti, terutama di Semarang atas.
“Ini Semarang bawah kan sudah banyak properti, Semarang atas masih ada lahan, semoga bisa menjadi daya tarik investor,” tambah Ita.
Editor: Ahmad Muhlisin

