BETANEWS. ID, PATI – SMKN 1 Cluwak Pati melaunching International Class Work and Study In Germany Ausbildung Programe pada Senin (20/3/2023) siang di sekolah setempat. Program tersebut, bekerja sama dengan Global Katalys yang berkedudukan di Stuttgart Jerman dan Prime Education, yang merupakan mitra SMK Negeri 1 Cluwak.
Kepala SMK Negeri 1 Cluwak, Al Basori, mengatakan, Program Ausbildung tersebut adalah program resmi dari pemerintah Jerman untuk sekolah vokasi, untuk kerja di Jerman.
“Program ini sebenarnya bukan bekerja, karena visanya nanti adalah belajar. Tapi, pola di Jerman itu, memiliki komposisi 30 persen teori atau belajar dan 70 persen praktik atau bekerja,” sebutnya.
Baca juga: Setahun Raih 15 Ribu Penghargaan, MTs N 1 Pati Raih Rekor MURI Peraih Medali Terbanyak 2022
Menurutnya, Program Ausbildung ini, sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan potensi diri siswa agar nantinya bisa menjadi pelajar yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dengan tema “Kebekerjaan”.
Selain itu, program ini juga menyiapkan peserta didik agar memilki kemampuan bahasa Jerman sampai dengan standart kualifikasi Eropa, serta menjadikan SMK Negeri 1 Cluwak sebagai sekolah pusat pelatihan dan uji kompetensi Bahasa Jerman di Kabupaten Pati.
“Melalui program ini, kami juga ingin menyiapkan peserta didik dan masyarakat agar memilki keterampilan hard skill maupun soft skill. Kemudian, kami juga ingin membantu mengurangi penggangguran dan upaya peningkatan pendapatan per kapita masyarakat. Sehingga mampu memutus rantai kemiskinan menuju generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Ia menyebut, saat ini di Jerman membutuhkan kurang lebih 1,2 juta tenaga kerja terampil. Menurutnya, ini adalah peluang dan kesempatan untuk bisa mengambil bagian tersebut dengan sebaik-baiknya.
Untuk itu, SMK Negeri 1 Cluwak berusaha melakukan pembenahan, penataan, dan pengembangan sekaligus mencari jalan keluar, agar lulusan bisa terserap dalam duni kerja. Sehingga tidak menciptakan penggangguran baru dan lulusan mampu hidup mandiri serta mengembangkan potensi terbaiknya.
Baca juga: Tenaga Keperawatan Lulusan SMK Kesehatan Peminatnya dari Jepang hingga Timur Tengah
Lanjutnya, untuk jumlah peserta yang mengikuti Program Ausbildung, secara keseluruhan ada 41 orang. Rinciannya, siswa kelas X sebanyak 17 orang, kelas XII sebanyak 18 siswa, alumni dan masyarakat sebanyak 7 orang.
Menurutnya, tidak ada syarat khusus yang untuk mengikuti program tersebut. Yang terpenting adalah, peserta bersungguh-sungguh mau belajar.
Editor: Ahmad Muhlisin

