BETANEWS.ID, SEMARANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin bersama jajaran Dinas Sosial Kota Semarang mengunjungi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Tanah Putih RT 02 RW II, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Kamis (16/2/2023).ODGJ yang dikunjungi adalah enam bersaudara yang tinggal bersama di sebuah rumah di pojok sebuah gang buntu.
Menurut pihak Dinsos, sebenarnya rumah yang mereka tempati tersebut sudah pernah mendapat bantuan pemeliharaan dari pemerintah kota. Namun saat ini, kondisinya terlihat tidak begitu terawat. Atap rumah yang terbuat dari asbes terlihat ditumbuhi tanaman merambat. Begitupun dinding-dinding rumah yang nampak kusam dan beberapa ada yang rusak. Sarang laba-laba seakan jadi penghias plafon rumah yang berbentuk memanjang dengan ukuran sekitar lima kali delapan meter.
Baca juga: Momen-Momen Ganjar Ikut Rawat ODGJ Jalanan di Banyumas
Sebenarnya dari kasat mata, mereka terlihat seperti orang sehat biasa. Hanya saja, ketika diajak berkomunikasi agak sedikit berbeda pada orang umumnya. Ketika Sekda menanyakan kesehatan mereka, satu di antaranya mengaku merasakan sakit di kepala.
Namun secara umum, mereka nampak sehat jika dilihat secara fisik. Iswar sendiri lebih banyak melakukan pendekatan dengan berbicara dari hati ke hati. Para tuan rumah pun nampak senang dan antusias mendapat perhatian dari pemerintah kota.
Hasan Yusron, Ketua RT setempat menerangkan, bahwa sebenarnya mereka adalah enam dari sepuluh bersaudara, empat lainnya sudah tidak tinggal bersama. Dua dari empat yang tidak tinggal serumah sudah menikah dan memiliki pekerjaan, serta tinggal di tempat lain.
Bahkan katanya, salah satunya bekerja di lingkungan pemerintahan. Sementara keenam bersaudara lainnya belum menikah. Kedua orang tua mereka sudah lama meninggal. Mereka sendiri rata-rata berusia antara 50-70 tahun.
“Dari enam bersaudara itu, sebenarnya ada dua yang sudah bekerja, meski dengan keterbatasan masing-masing. Yang murni menganggur ada empat orang. Selama ini, mereka memenuhi kebutuhan makan tiap harinya juga dibantu para tetangga,” ujarnya.
Iswar dan rombongan Dinsos yang hadir memberikan beberapa bingkisan bantuan bahan pangan kepada keenam bersaudara itu. Satu di antaranya berharap bantuan semacam itu dapat mereka dapatkan lagi.
Sekda sendiri berujar, jika pemerintah kota sejauh ini sedang memikirkan bagaimana langkah selanjutnya untuk merawat para ODGJ tersebut, baik dari segi sandang maupun pangan.
Sementara Kepala Dinsos Kota Semarang, Heru Soekendar, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sekitar yang selama ini ikut merawat enam bersaudara ODGJ tersebut.
“Perihal kesehatan keenam bersaudara itu, kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai tindak lanjutnya,” ucapnya.
Dari data Dinsos Kota Semarang, proporsi gangguan jiwa di Indonesia dari 2018-2013 saja naik cukup signifikan. Kenaikan tersebut dari 1,7 persen menjadi 7 persen. Menurut Standar Pelayanan Minimal (SPM) 2017 ditemukan sasaran pelayanan kesehatan ODGJ dengan gangguan jiwa berat di Kota Semarang sejumlah 1.164 orang.
Editor: Kholistiono

