BETANEWS.ID, KUDUS – PT Djarum kembali menyelenggarakan Pelatihan Dasar Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kudus, untuk mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat pedesaan. Kali ini, ada 14 desa yang mengikuti pelatihan di Wisma Karyawan Djarum selama enam sesi yang digelar setiap akhir pekan dari Sabtu (4/2/2023) hingga Minggu (19/2/2023).
Deputy General Manager Corporate Communications PT Djarum, Achmad Budiharto, mengatakan, BUMDes merupakan salah satu cara yang efektif dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat pedesaan bila badan usaha tersebut dikelola dengan baik.
“Untuk itu, sejak 2019, perusahaan aktif memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para pengurus BUMDes, khususnya yang berlokasi di wilayah Kudus,” ujar Budiharto di sela-sela pembukaan pelatihan tersebut, Minggu (19/2/2023).
Baca juga: Punya 79 Sekolah Binaan Jadi Bukti Komitmen Bakti Pendidikan Djarum Foundation Majukan Kudus
Dalam pelatihan itu, pihaknya memberikan arahan terkait memantapkan kelembagaan, mengeksekusi rencana bisnis, sampai membuat laporan keuangan yang akuntabel dan sesuai standar.
“Sehingga, pada akhirnya BUMDes tersebut dapat menghadirkan manfaat yang maksimal bagi para warga desa,” bebernya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan beragam materi mulai dari pemetaan potensi desa, pembuatan analisis kelayakan bisnis, sampai pembuatan program kerja (business plan). Pada hari terakhir pelatihan, peserta bersama-sama membahas rancangan AD/ART lalu serentak mendaftarkan nama BUMDes ke Kemendesa secara daring.
Pelatihan ini juga diramaikan dengan lapak dari beberapa BUMDes dampingan PT Djarum, dalam tajuk “Lapak BUMDes Kudus”. Enam BUMDes, yakni BUMDes Pedawang, Tumpangkrasak, Panjang, Wonosoco, Krandon, dan Japan menjajakan produk-produk unggulan masing-masing.
“Gelaran Lapak BUMDes Kudus ini adalah salah satu bentuk dukungan kami agar para pelaku BUMDes di Kabupaten Kudus semakin bersemangat mengembangkan bisnisnya,” kata Budiharto.
Baca juga: Beasiswa PB Djarum, Magnet Bagi Ribuan Anak dari Aceh Hingga Papua (1)
Salah satu peserta dari Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Ema Widiastuti, menyatakan pentingnya materi tentang pemetaan potensi desa. Menurutnya, ada banyak potensi desa yang tergali dalam pelatihan ini, untuk selanjutnya akan dirancang sebagai rencana usaha BUMDes.
Sebagai informasi, pelatihan ini adalah yang ketujuh semenjak PT Djarum memulai program pengembangan BUMDes di Kudus pada 2019. Dari total 75 BUMDes, 49 di antaranya telah mendapatkan pelatihan dari PT Djarum. Bahkan, pada 2022, sebanyak 27 BUMDes yang didampingi PT Djarum berhasil memiliki sertifikat badan hukum.
Dalam program ini, PT Djarum berkolaborasi dengan berbagai pihak baik di tataran pemerintah maupun swasta seperti Pemkab Kudus, Dinas PMD, dan tenaga pendamping profesional desa dari Kemendes PDTT. Adapun dari pihak swasta, PT Djarum bekerjasama dengan Blibli.com, PT Pos, ICON+, PT Albitec, dan Bank Jateng.
Editor: Ahmad Muhlisin

