Peserta Seleksi Perangkat Desa di Kudus Keluhkan Nilai Tes Tak Bisa Langsung Keluar

BETANEWS.ID, KUDUS – Tes seleksi pengisian perangkat desa di Kabupaten Kudus diselenggarakan serentak hari ini, Selasa (14/2/2023). Ada 90 desa yang menyelenggarakan dan ada 4.929 peserta yang ikut seleksi pengisian perangkat desa.

Tes dilaksanakan dengan dua metode, yakni Computer Assisted Test (CAT) dan lembar jawaban komputer (LJK). Dalam sosialisasi sebelumnya, nilai tes bisa langsung diketahui oleh peserta maksimal 10 menit setelahnya.

Namun, hal tersebut tak terjadi dan peserta tes seleksi pengisian perangkat desa pun mengeluhkan hal itu. Salah satunya yakni Dian Utami (25), warga Desa Besito yang melamar di formasi sekertaris desa (Sekdes). Ia mengeluh hasil tes tak bisa diketahui usai waktu pengerjaan soal selesai.

-Advertisement-
Ratusan peserta tes seleksi perangkat desa sesaat sebelum ujian. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Panitia Siapkan Cadangan untuk Antisipasi Laptop Hang saat Tes Seleksi Perangkat Desa Berlangsung

“Padahal kata penyelenggara, nilai tes bisa diketahui setelah waktu pengerjaan tes selesai. Namun, ketika waktu pengerjaan selesai, saya menunggu lebih dari 10 menit tapi nilainya belum juga diketahui,” ujar perempuan yang akrab disapa Dian kepada Betanews.id, usai pengerjaan tes.

Hal senada juga dikatakan oleh peserta lainnya dari Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus yakni Gesti. Dia mengatakan, nilai hasil tes yang kata penyelenggara bisa diketahui setelah waktu pengerjaan selesai ternyata tak terjadi.

“Bahkan saya sudah menunggu 10 menit setelah waktu pengerjaan selesai tapi hasil tak kunjung keluar,” ujar Gesti.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Dian Noor Tamzis memastikan bahwa penyelenggaraan tes berjalan dengan lancar. Saat melakukan pemantauan ke lokasi pelaksanaan tes, pihaknya memang menemukan ada sedikit kendala yang sempat dialami peserta tes. Namun semuanya bisa teratasi.

“Semuanya tahapan bisa berjalan dengan baik dan lancar, peserta juga bisa mengikuti dengan baik,” ungkapnya.

Bahkan sebagai antisipasi laptop error saat tes, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara, yakni perguruan tinggi. Dengan menyediakan cadangan laptop yang bisa sewaktu waktu digunakan peserta saat laptop utama tiba-tiba bermasalah.

“Untuk teknis pihak penyelenggara sudah menyediakan laptop cadangan. Jadi kalau ada yang error, laptop bisa langsung digantikan dengan laptop cadangan. Dengan tidak menghilangkan jawaban-jawaban yang dibuat peserta sebelumnya,” terang Dian.

Di samping itu, Dian membenarkan bahwa try out atau uji coba tes kemarin memang ada kendala yang terjadi. Ada sejumlah peserta yang tidak bisa masuk ke laman ujian.

Hal itu pun telah dikomunikasikan Dian kepada pihak penyelenggara. Hingga di hari H tes, tidak terjadi kendala yang berarti.

Baca juga: Disebut Lebih Transparan, Tes Pengisian Perangkat Desa Ngembalrejo Kudus Gunakan Metode LJK

“Yang penting mereka yang ikut tes adalah yang sudah ditetapkan berdasarkan SK Kepala Desa. Nama dan NIK sesuai di KTP. Kalau tidak bisa akses, disampaikan ke penyelenggara untuk diperbaiki,” ungkapnya.

Dian juga menjelaskan bahwa dalam proses tes ada tiga materi yang diujikan. Ada psikologi, pengetahuan umum, dan pengetahuan khusus. Untuk nilai tes akan langsung diketahui hari ini juga.

“Dari ribuan orang yang mendaftar, hanya 252 formasi jabatan yang dibutuhkan. Sementara hasil nilainya akan langsung keluar hari ini juga,” tegas Dian.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER