31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

230 Ribu Guru Agama di Jateng Dapat Insentif Total Rp277 Miliar dari Ganjar

BETANEWS.ID, SRAGEN – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan hibah bidang keagamaan dan pendidikan keagamaan tahun anggaran 2023 senilai total Rp434 miliar. Bantuan hibah itu rutin diberikan setiap tahun dengan sasaran kelompok guru atau pengajar agama, rumah ibadah, bantuan operasional sekolah, dan lembaga pendidikan agama.

Rinciannya, bantuan Insentif Pengajar Keagamaan senilai Rp277 miliar untuk 230.830 orang, bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA) Madrasah Aliyah (MA) senilai Rp27 miliar kepada 182.361 siswa, hibah bidang keagamaan senilai Rp30 miliar untuk 790 lembaga, dan hibah bidang pendidikan keagamaan senilai Rp99 miliar untuk 2.256 lembaga.

“Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya karena beberapa insentif untuk guru keagamaan itu ternyata mereka bertambah jumlahnya,” kata Ganjar saat penyerahan secara simbolis di di Pondok Pesantren Hidayatul Muhtadin, Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Senin (20/2/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Rp 247,6 Miliar Digelontorkan untuk Insentif Guru Ngaji dan Madrasah Diniyah di Jateng

Menurut Ganjar, pemberian insentif kepada pengajar atau guru agama itu merupakan bentuk apresiasi. Sebab, guru agama telah menjadi agen yang mengajarkan kedamaian, kebaikan, toleransi, serta mendidik budi pekerti anak-anak. Nilai-nilai yang sangat bagus dalam konteks menjaga harmoni kebhinekaan serta moderasi umat beragama.

“Harapan kami pada guru-guru ini nantinya juga akan mengajarkan hubungan beda agama, juga nilai hubungan antar manusia. Sehingga ke depan akan bisa menjadi warga yang rukun, punya nilai-nilai yang sangat bagus. Sehingga berteman dengan yang beda suku, agama, ras semua sudah terbiasa, bukan kemudian mereka saling mengelompokkan diri, dan kemudian saling memusuhi. Ini harapan kami di balik pesan-pesan itu,” ungkap Ganjar.

Sebagai informasi, program insentif guru atau pengajar agama ini sudah berjalan di Jawa Tengah sejak 2019. Setiap tahun, jumlah pengajar  penerima insentif terus meningkat dan berasal dari berbagai agama. Misalnya, pengajar Madrasah Diniyah, pondok pesantren, dan TPQ untuk agama Islam, pengajar di sekolah minggu untuk Kristen/Katolik, Pasraman untuk agama Hindu, Vijjalaya untuk agama Buddha.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER