31 C
Kudus
Rabu, Februari 18, 2026

BI Akan Beri Pelatihan Warga Payaman untuk Olah Eceng Gondok yang Penuhi Sungai Jadi Kerajinan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo hampir setiap tahun jadi langganan banjir. Selain memang berada di daerah cekungan, sungai-sungai yang berada di sekitar dukuh tersebut banyak dipenuhi enceng gondok. Akibatnya, tumbuhan tersebut menyumbat aliran air sungai sehingga bisa menyebabkan banjir ketika curah hujan tinggi.

Melihat hal itu, Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah berniat melakukan pendampingan terhadap warga untuk memanfaatkan enceng gondok tersebut jadi barang yang bernilai. Hal itu dikatakan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jateng Rahmat Dwi Saputra ketika BI dan anggota DPR RI Musthofa memberikan bantuan korban banjir di Dukuh Karanganyar tersebut.

“Saat perjalanan ke sini (Dukuh Karanganyar) kami lihat sungai-sungai dipenuhi enceng gondok. Mungkin itu salah satu penyebab banjir. Oleh karenanya kita ingin memberikan pendampingan kepada warga untuk memanfaatkan enceng gondok jadi berbagai kerajinan,” ujar Rahmat kepada awak media.

-Advertisement-

Baca juga: Manfaatkan Tumbuhan Gulma, Murni Kreasikan Eceng Gondok Jadi Kerajinan yang Ciamik

Dia mengungkapkan, pendampingan itu nantinya memberikan pelatihan kepada warga untuk bisa membuat aneka kerajinan dengan memanfaatkan enceng gondok tersebut. Hal itu sudah berhasil dilakukan oleh BI Jawa Tengah ketika memberi binaan kepada “Bengok Pak Firman” perajin dengan bahan enceng gondok di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

“Enceng gondok itu nantinya bisa dijadikan aneka kerajinan. Di antaranya, bisa jadi tikar, sandal, tas, bisa juga jadi tempatnya naruh souvenir-souvenir dari keramik. Serta bisa juga dikombinasikan dengan Kerajinan lain,” jelasnya.

Untuk pemasaran, kata dia, perajin akan dibantu juga dengan menghubungkan dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada. Tiap tahun BI juga menyelanggarakan Karya Kreatif Indonesia di Jakarta.

“Jika memang nanti produk kerajinannya lolos seleksi dan lulus bisa kita pamerkan di Jakarta. Bahkan juga bisa ikut kita pamerkan di luar negeri,” tandas Rahmat.

Untuk bantuan modal, ungkapnya, bisa melalui Pak Musthofa selaku anggota komisi Xl DPR RI, bisa juga melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperbankan. Menurutnya, yang terpenting warga di sini bersedia dan komitmen untuk didampingi mengolah enceng gondok menjadi aneka kerajinan yang bernilai jual.

Baca juga: Tembus Pasar Luar Negeri, Kerajinan Eceng Gondok di Tyas Creation Demak Memang Terkenal Unik

“Terutama ibu-ibu atau kelompok masyarakat. Karena bantuan kami berikan pada kelompok masyarakat. Jika butuh alat produksi, kita akan bantu. Jumlahnya tergantung harga dari alat produksi tersebut,” ungkapnya.

Rencana tersebut akan segera dilaksanakan ketika warga Dukuh Karanganyar, Desa Payaman ini sudah siap dan berkomitmen penuh.

“Jangan antusias di awal dan kemudian gak jalan. Dengan berjalannya program memanfaatkan enceng gondok jadi aneka kerajinan, maka akan bisa mengurangi populasi gulma bernama enceng gondok di sungai,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER