Berburu Kue Mochi Khas Imlek di Toko Kueh Moaci Gemini Kentangan Semarang yang Legendaris

BETANEWS.ID, SEMARANG – Selain kue keranjang, ada satu makanan khas lagi yang harus selalu tersaji di meja makan saat perayaan Imlek, jajanan tersebut adalah kue mochi. Kudapan yang terbuat dari tepung ketan berlumur tepung itu mempunyai tekstur yang kenyal dan lembut.

Di Kota Semarang, terdapat satu rumah produksi kue mochi legendaris yang sudah melayani pembeli sejak 1970. Tempat itu adalah Toko Kueh Moaci Gemini Kentangan.

Para pambeli Kue Mochi khas Imlek di Toko Kueh Moaci Gemini Kentangan. Foto: Kartika Wulandari.

Pemilik Toko Kueh Moaci Gemini Kentangan, Pricilla Halim (30) menerangkan, sejak dirintis oleh neneknya, Pricilla mengaku tetap mempertahankan kualitas, rasa, dan menambahkan isian yang lebih variatif agar lebih kekinian.

-Advertisement-

Baca juga: Kelenteng Sam Poo Kong Bakal Gelar Perayaan Imlek, Ada Reog Hingga Barongsai Tonggak San Guo

“Sampai sekarang kita tetap pakai resep nenek untuk mempertahankan kualitas dan rasa. Hanya saja kita tambahkan varian isian agar lebih banyak pilihan,” ucapnya saat ditemui, Selasa (17/1/2023).

Selain itu, tempatnya juga menyediakan dua varian taburan kue mochi yaitu tepung dan wijen. Hal inilah yang membedakan toko kue tersebut ketimbang penjual kue mochi pada umumnya.

“Balutan itu adalah inovasi dari nenek saya. Jadi kita satu-satunya atau pelopor kue mochi isian kacang dengan baluran wijen. Wijen juga menambah cita rasa dan tekstur, sehingga lebih gurih dan ada variasi teksturnya,” jelasnya.

“Isian rasanya kami ada kacang, cokelat, stroberi, durian, kacang merah, green tea, wijen hitam. Kita juga ada pilihan moci yaitu original yang putih dan hijau dari pandan,” tambahnya.

Baca juga: Jelang Imlek, Pengrajin Barongsai di Semarang Alami Peningkatan Pesanan Sampai 60 Persen

Kemudian untuk ketahanan kue mochi, Pricilla mengaku bisa kuat sampai tujuh hari setelah pembuatan. Kue mochi yang dijual hari itu adalah yang dibuat hari itu juga, sehingga selalu fresh.

Lalu untuk filosofi kue mochi yang selalu disajikan saat Tahun Baru Imlek, mempunyai makna bisa mengeratkan keluarga dari latar belakang yang berbeda.

“Maknanya itu meski keluarga kita ada yang manis, asin, gurih, tetapi tetap bisa erat dan harmonis, seperti kue mochi yang punya tekstur lengket kenyal dan rasa yang beragam yaitu ada manis, asin, gurih, tapi bisa bersatu rasanya,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER