BETANEWS.ID, SEMARANG – Hujan deras yang terjadi hari Sabtu (31/12/22) lalu, membuat wilayah di Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang mengalami bencana banjir.
Lurah Genuksari Sutrisno menyebut, banjir yang menerjang wilayahnya sejak malam pergantian tahun baru ini, sekarang sudah mulai surut. Dalam bencana ini, ada 11 RW yang terkena.
Baca juga: Banjir Kepung Semarang, 2 Pompa di Rumah Pompa Sringin Malah Rusak
“Waktu hari pertama, ketinggian air semata kaki, tapi alhamdulillah hari ini sudah muali surut, kira-kira 10 sentimeter sekarang. Di Genuksari, khususnya ada 11 RW. Itu kemarin, kalau hari ini sudah mulai surut, Alhamdulillah tinggal RW 03, 07, 08, dan 09,” katanya, Senin (2/01/2023).
Meskipun beberapa wilyah sudah mulai surut, pihaknya mengaku, masih ada wilayah yang membutuhkan perhatian khusus, yaitu wilayah yang berbatasan dengan Sungai Trimulyo.
Tiga hari tergenang banjir, Sutrisno mengaku, sudah dua hari membuka dapur umum. Pembukaan dapur umum tersebut dilakukan di aula kelurahan dengan dibantu beberapa anggota dari PMI, Kesbangpol, Taruna, TNI Polri, dan masih banyak lagi.
“Hari kedua kemarin sudah mulai mendirikan dapur umum dibantu sama rekan-rekan sampai jam 11 malam. Untuk dapur umum yang ada di wilayah Dungsari ada banyak, antaranya wilayah Masjid At-Taqwa itu mengcover wilayah RW 03, kemudian RT 01 RW 05 ada 3 dapur umum, kemudian ada juga RW 04, 02, 01, 07, dan 11,” rincinya.
“Jadi rata rata per RW itu ada dapur umum semua, sebagian ada yang dicover LPMK, sebagian ada juga yang mandiri. Tapi kita rata-rata dari mereka, bangunannya kita suplay sedikit-sedikit karena dari bantuan yang diterima di pos ini atas nama kecamatan, nah dari kecamatan itu dibagi 13 kelurahan yang berdampak,” jelasnya.
Baca juga: Kawasan Simpang Lima Semarang Sering Banjir, Ganjar Sampai Tanya Letak Drainasenya di Mana
Kemudian untuk pelayanan kecamatan, ia mengatakan, hari ini pindah di kantor kelurahan tersebut, karena kantor kecamatan sampai hari ini kondisinya belum memungkinkan.
“Upaya kita ya koordinasi dengan pak RT,RW kita bersama-sama, karena musibah banjir ini kan tidak serta merta bisa cepat selesai. Saya juga berharap semoga segera surut, rata-rata pengalaman seminggu surutnya, semoga besok cuacanya cerah,” tutupnya.
Editor: Kholistiono

