Disdag Kudus Sebut PKL Balai Jagong Banyak yang ‘Nakal’, Hanya Berjualan di Hari Sabtu dan Minggu

BETANEWS.ID, KUDUS – Pedagang di Balai Jagong Kudus disebut banyak tak mematuhi ketentuan dalam berjualan. Sebab, banyak pedagang di area tersebut hanya berjualan di hari tertentu, yakni akhir pekan dan hari libur. Hal itu pun dianggap sebagai perilaku curang oleh pihak Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus.

Kabid Pedagang Kaki Lima (PKL) Disdag Kudus yani Imam Prayitno mengatakan, perjanjian berjualan di Balai Jagong itu setiap hari. Namun, banyak pedagang yang curang dengan hanya berdagang di hari yang dimungkinkan ramai pengunjung saja.

Baca juga: Disdag Larang Ada Pelayan Seksi di Balai Jagong Kudus

-Advertisement-

“Balai Jagong ramai pengunjung itu ketika akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu. Sehingga banyak pedagang yang memilih hanya berjualan di dua hari tersebut saja. Padahal itu tidak boleh. Harusnya mereka berjualan tiap hari,” ujar pria yang akrab disapa Imam kepada Betanews.id, ketika ditemui di ruang kerjanya.

Dia mengatakan, saat ini pedagang yang berjualan di Balai Jagong ada sekitar 100 orang. Sementara yang aktif berjualan atau berdagang setiap hari itu paling separuhnya saja.

“Yang separuhnya lagi itu PKL nakal. Jualannya hanya di akhir pekan saja, karena dua hari itu bisa dipastikan pembelinya banyak,” tandasnya.

Meksi mengetahui banyak PKL nakal, namun pihaknya mengaku kesuiltan untuk menindaknya. Sebab, dalam peraturan PKL bisa dicoret untuk berdagang ketika mereka tidak berjualan selama sebulan dan tanpa alasan.

“Dengan mereka tetap berjualan di akhir pekan, maka mereka itu tak bisa dicoret. Itulah yang kami anggap bahwa mereka itu PKL nakal,” ungkapnya.

Baca juga: Tunggak Retribusi Hingga Puluhan Juta, Dua Kios di Taman Bojana Kudus Disegel

Padahal, kata dia, saat ini antrean yang ingin berjualan di Balai Jagong Kudus cukup banyak, kurang lebih ada 10 orang. Oleh karenanya, pihaknya sedang mencari cara agar bisa memberikan sanksi PKL nakal tersebut.

“Kami sedang mencari cara agar bisa memberi sanksi PKL nakal itu, minimal bisa membuat mereka bersedia jualan setiap hari. Sebab, kasihan mereka yang antre dan ingin dengan serius jualan di Balai Jagong Kudus,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER