BETANEWS.ID, JEPARA – Warung Batagor & Siomay Mayong yang berada di tepi Jalan Raya Jepara-Kudus, Dukuh Krajan RT 6 RW 2, Desa Pelemkerep, Kacamata Mayong, Jepara itu terlihat ramai oleh pengunjung. Mereka dilayani oleh Muhammad Zalfa (28) yang dengan cekatan memotong siomay dan beberapa kondimen lain, sebelum disiram sambal kacang.
Ditemui disela-sela aktivitasnya, Zalfa bersedia berbagi cerita awal mula merintis usaha Batagor & Siomay Mayong. Ia mengatakan, awalnya usaha kuliner itu merupakan usaha waralaba dengan salah satu penjual siomai di Kudus.

“Usaha ini saya rintis sejak Januari 2020. Pertama ini dulu adalah cabang dari Batagor Siomay Mandiri di Kudus, yang punya orang Bandung asli. Saya ambil barang dari dia, jadi dulu ini cabangnya sana,” katanya, Kamis (01/11/2022).
Baca juga: Kedai Batagor & Siomay di Mayong Ini Terkenal Punya Bumbu Kacang Enak
Diakui Zalfa, usaha kuliner ini merupakan peluang yang datang secara tidak sengaja. Ketika itu, seorang penjual siomay yang mengontrak di ruko samping kedai kopinya tutup dan tidak melanjutkan kontrak. Selama tutup, banyak pelanggan yang mencari keberadaan penjual siomay tersebut.
Dari situ lah, Zalfa tertarik untuk membuka usaha kuliner khas Bandung dengan mengambil bahan baku dari penjual siomay sebelumnya. Bersamaan dengan itu, kedai kopi yang dirintis bersama temannya juga mendapat beberapa kendala dan akhirnya ia memutuskan untuk menutupnya.
“Dulu Batagor Siomay Mandiri buka diruko milik bapak saya itu, tapi tidak dilanjut. Selama tutup banyak pelanggan yang nyariin. Saya langsung kepikiran untuk buka saja,” ujarnya.
Meskipun usaha kuliner khas Bandung sudah berjalan, Zalfa mengakui butuh usaha keras untuk mempertahankannya di tengah badai Covid-19. Salah satunya, ia menambahkan menu ala warmindo di warungnya tersebut. Hal itu dikatakannya agar warungnya bisa terus dilirik pembeli.
“Omzet pas pandemi turun hingga 50 persen. Barengan dengan itu trend warmindo kan, saya buka saja bahkan warmindo saya viral. Itu biar tetep bisa bertahan, terus tambah menu seblak juga. Jadi menarik mereka supaya tetap datang,” ungkapnya.
Baca juga: Hampir Menyerah Karena Jualannya Sepi, Kini Alex Sudah Punya Tiga Cabang Lapak Gorengan
Jerih payahnya itu membuahkan hasil, warung Batagor & Siomay Mayong miliknya bertahan hingga saat ini. Kini diakui Zalfa ia juga telah memproduksi batagor dan siomay sendiri. Setiap hari, setidaknya ia bisa menjual puluhan porsi siomay dan batagor.
“Enam bulan terakhir ini sudah pure milik saya, karena sudah produksi sendiri. Resepnya juga masih sama dari penjual sebelumnya, karena penjualnya juga sudah balik ke Bandung. Setiap hari rata-rata 40 porsi, kalau ramai sampai 80-90 porsi,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

