31 C
Kudus
Minggu, Desember 4, 2022
BerandaKUDUSSidak Talut Sungai...

Sidak Talut Sungai Wulan yang Retak, Bupati Kudus Minta Segera Diperbaiki

BETANEWS.ID, KUDUS – Talut Sungai Wulan yang berada di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus retak sepanjang 10 meter. Khawatir dengan keadaan tersebut, karena bisa membahayakan warga ketika debit air Sungai Wulan penuh dan arus sungai deras, Bupati Kudus HM Hartopo pun langsung meninjau ke lokasi.

Sesampai di lokasi dan mendapati retakan talut Sungai Wulan, orang nomor satu di Kota Kretek itu pun heran dan tak habis pikir dengan pembangunan talut sungai yang tak menggunakan besi sloof sebagai penguat. Bahkan, pembangunan talut seperti tumpukan bata yang hanya dibungkus dengan adukan semen.

“Talut ini retak karena tidak ada besi sloof atau semacamnya sebagai penguat. Ini bahaya sekali, apalagi ketika debit air sungai penuh dengan arus yang deras, talut ini bisa jebol dan membahayakan warga,” ujar Hartopo kepada awak media, Rabu (2/11/2022).

Hartopo, Bupati Kudus meninjau talut Sungai Wulan yang retak. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: Sungai Wulan Meluap, Delapan Desa di Kudus Kebanjiran

Bupati mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait dengan keretakan talut Sungai Wulan tersebut. Menurutnya, talut yang retak akan segera diperbaiki dengan anggaran rutin dari pihak BBWS.

“Sudah dikoordinasikan dengan BBWS dan esuk hari langsung diperbaiki. Sebab ini bahaya, apalagi ini sudah musim hujan,” bebernya.

Ia pun sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus untuk memantau perbaikan talut tersebut. Jika hanya diperbaiki agar retaknya hilang tapi tidak diberi besi sebagai penguat, proses perbaikan akan diambil alih oleh Pemkab Kudus.

“Kita lihat nanti bagaimana perbaikan yang dilakukan oleh BBWS. Jika tak diberi besi sloof untuk penguat, nanti kita ambil alih. Kita nanti izin dengan BBWS untuk memperbaiki talut tersebut menggunakan anggaran rutin dan dibantu dengan dana corporate social responsibility (CSR) dari PT Pura,” ungkapnya.

Hartopo menuturkan, bahwa keberadaan Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan ini berada di cekungan dan lebih rendah dari Sungai Wulan dan merupakan daerah rawan banjir. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Kudus tahun ini menambah satu pompa untuk menyedot genangan air ketika curah hujan tinggi.

“Untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di Desa Jati Wetan ini, Pemkab Kudus menambah satu pompa lagi. Sekarang total ada tiga unit pompa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jati Wetan Agus Susanto mengatakan, talut Sungai Wulan sebenarnya sudah diperbaiki tiga bulan yang lalu oleh pihak BBWS. Namun, nyatanya terjadi keretakan lagi.

Baca juga: Kemen PUPR Anggarkan Rp 67 Miliar untuk Normalisasi Sungai Wulan

“Parahnya lagi keretakan makin lebar, terutama paling parah pagi tadi. Panjang keretakan sekitar 10 meter dan ada di dua lokasi,” ujarnya.

Menurutnya, talut Sungai Wulan retak dikarenakan pembangunannya tidak menggunakan besi cakar ayam dan besi sloof sebagai penguat talut. Serta diperparah dengan kontur tanah yang labil dan bergerak.

“Harapannya talut Sungai Wulan yang retak bisa segera diperbaiki dan diperkuat menggunakan besi. Sebab jika tidak, bisa membahayakan dan rawan jebol ketika debit air sungai penuh,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler