31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaSEMARANGPemkot Semarang Siapkan...

Pemkot Semarang Siapkan Bantuan Rp1,8 M untuk Seribuan Korban Banjir

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menganggarkan Rp1,8 miliiar dari Dana Tak Terduga untuk membantu korban banjir di tiga kelurahan di Kecamatan Ngaliyan. Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu menerangkan, warga yang menjadi korban banjir akan mendapatkan bantuan sesuai dengan kondusi kerusakan, yaitu mulai dari Rp1 juta sampai Rp10 juta.

“Yang dapat macam-macam dilihat dulu kondisinya seperti apa. Jadi bervariasi mulai Rp1 juta, Rp2,5 juta, Rp5 juta, sampai Rp10 juta,” katanya usai menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan di Simpang Lima Semarang, Kamis (10/11/22).

Ia mengungkapkan, total bantuan terbanyak diberikan kepada korban banjir bandang di Perumahan Wahyu Utomo, Kelurahan Tambakaji, Ngaliyan.

- Ads Banner -

Baca juga: Tinjau Banjir Mangkang, Ganjar Minta BBWS Sat Set Bikin Tanggul Sementara

“Kita sediakan sekitar Rp 1,8 M. Yang paling banyak di Wahyu Utomo itu ada 95 rumah. 91 warga dapat Rp5 juta, yang 4 dapat Rp10 juta,” ungkapnya.

Ita juga sudah melakukan tinjauan secara langsung ke lapangan pada (9/11/22) malam. Sehingga ia berharap lewar bantuan itu bisa memberikan keringanan bagi korban banjir.

“Jadi di Wahyu Utomo ini ada 95, kemudian di Ngaliyan ada sekitar 388, dan di Tugu ada sekitar 731. Ini sebagai tanda kasih, tanda perhatian Pemkot. Ini kami memberikan bantuan secara tunai,” katanya.

Berdasarkan tinjauannya di lapangan, ada ratusan warga yang terdampak banjir di tiga titik, yakni Kelurahan Tambak Aji, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, dan 6 kelurahan di Kecamatan Tugu.

Baca juga: Pemkot Semarang Siapkan Aplikasi Pantau Banjir

“Jadi di Wahyu Utomo ini ada 95 KK kemudian di Ngaliyan ada sekitar 388 KK dan di Tugu ada sekitar 731 KK. Ini sebagai tanda kasih, tanda perhatian Pemkot, ini kami memberikan bantuan secara tunai,” tegas Ita.

Mengingat banyaknya pembangunan di daerah Semarang Atas, ia juga mengingatkan para pengembang untuk tetap berpedoman pada kebijakan tata ruang yang berlaku. Apabila ditemukan pelanggaran, maka akan dikenakan sanksi.

“Kalau alih fungsi lahannnya melanggar, pasti kita akan ada hal-hal yang mesti kita lakukan juga,” tegasnya mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler