31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaKUDUSPelajar di Bawah...

Pelajar di Bawah Umur Dilarang Gunakan Kendaraan Bermotor, Sekolah Diminta Lakukan Sosialisasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus melarang penggunaan sepeda motor kepada pelajar. Hal itu berdasarkan Surat Edaran Polres Kudus Nomor B/2045/X/HUM.5.1/2022 perihal Larangan Penggunaan Kendaraan Bermotor bagi Pelajar Bawah Umur.

Kasi Pendidikan Disdikpora Kudus Afri Shofianingrum mengatakan, adanya larangan tersebut dikarenakan melihat data korban kecelakaan yang mencapai 284 korban per Januari-September 2022. Adapun rinciannya yakni, meninggal dunia 9 orang, luka berat 0 orang, dan luka ringan 275 orang.

Kasi Pendidikan Disdikpora Kudus Afri Shofianingrum saat memberikan arahan kepada beberapa pelajar. Foto: Sekarwati.

Baca juga: Keselamatan Jalan untuk Kaum Milenial

- Ads Banner -

“Anak-anak SMP itu kan sudah pakai motor sendiri, bahkan tidak pakai helem itu kan bahaya. Nah angka kecelakaan itu ada data dari Polres dari bulan Januari sampai September ada 284 korban. Itu yang terdata, belum yang di luar dari data Polres,” katanya pada Betanews.id di Kantor Disdikpora Kudus, Kamis (10/11/2022).

Terkait hal itu, Polres Kudus memberikan imbauan kepada Disdikpora untuk menyampaikan ke sekolah-sekolah. Sehingga dari sekolah dapat melakukan sosialisasi mandiri kepada pelajar di bawah umur 17 tahun atau belum mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM), dengan mengundang Polres atau Polsek tentang pelarangan tersebut.

“Itu awalnya imbauan dari Kapolres Kudus, tentang larangan kendaraan bermotor bagi pelajar di bawah umur. Kemudian Polres menyampaikan pada sekolah untuk melakukan sosialisasi sendiri, dengan cara menghadirkan Polres atau Polsek, sehingga nanti dari sekolah bisa menyampaikan ke orang tua,” imbuhnya.

Afri menerangkan, tidak hanya Disdikpora saja yang diberikan imbauan tersebut, melainkan juga ditujukan kepada Kementerian Agama. Tujuannya untuk menjangkau dari berbagai sektor pendidikan di Kabupaten Kudus.

“Kalau SMP jelas tidak menyediakan parkir di dalam sekolah, tapi parkirnya kan ada di lingkungan luar sekolah. Tapi SMA parkir di sekolah, SMP tidak ada di sekolah, karena itu sudah ada imbauannya,” terangnya.

Baca juga: Kena Razia Knalpot Brong, Pelajar Ini Diminta Pulang Tanpa Motor dan Ambil Knalpot Standar

Untuk menekan kasus kecelakaan pelajar d bawah umur, Afri memberikan pesan kepada orang tua untuk saling kerja sama dalam mengingatkan anaknya. Ia juga memberikan saran, agar anak diantar jemput saja atau diberi fasilitas sepeda.

“Paling tidak orang tua bisa memantau anaknya sendiri karena itu bukan tanggung jawab sekolah juga. Nah nanti orang tua mengingatkan, misalnya bawa motor untuk berangkat sekolah saja, setelah pulang tidak boleh menggunakan. Karena kecelakaan itu kan di luar jam sekolah, sehingga bahaya,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler