31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaSEMARANGImbas Cuaca Ekstrem,...

Imbas Cuaca Ekstrem, Harga Tomat di Pasar Naik

BETANEWS.ID, SEMARANG – Imbas cuaca ekstrem membuat sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Satu di antaranya adalah tomat. Kepala Bidang (Kabid) Pangan dan Pengendalian Harga Dinas Perdagangan Semarang, Sugeng Dilianto menyebut, saat ini harga tomat di sejumlah pasar mengalami kenaikan.

“Harga tomat memang mengalami kenaikan, salah satunnya di Pasar Simongan. Saat ini berkisar di harga 16-18 ribu per kilo. Penyebab tomat naik yang jelas karena stok di pasaran sedikit, lalu daerah penyuplai tomat juga mengalami curah hujan tinggi serta banyak petani yang gagal panen. Sebab curah hujan yang tinggi juga mempengaruhi pertumbuhan tomat. Jadi buahnya banyak yang busuk dan jumlah pengiriman berkurang,” katanya.

Salah satu pedagang di Pasar Peterongan Semarang. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga: Harga Anjlok, Petani dan Peternak Senang Hasil Panennya Diborong ASN Jateng

- Ads Banner -

Karena penyebab utama adalah cuaca yang ekstrem, Sugeng mengaku belum bisa memprediksi kenaikan harga tomat sampai kapan. Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat agar membeli tomat secukupnya saja.

“Soal kenaikan harga, belum bisa diprediksi sampai kapan, karena penyebabnya kan cuaca ekstrem dan sekarang juga masih masuk musim penghujan,” bebernya.

Tak hanya di Pasar Simongan, kenaikan harga tomat juga terjadi di Pasar Peterongan Semarang. Salah satu pedagang sayur, Wigati (60) mengaku harga tomat sudah mengalami kenaikan selama satu minggu ini. Ia mengatakan, harga tomat naik menjadi Rp 20 ribu untuk satu kilogramnya.

“Sudah naik sekitar satu mingguan, harga normalnya Rp 10 ribu-15 ribu, sekarang naik jadi Rp 20 ribu,” katanya.

Pedagang lain, Wahyuti (65) menyebut, karena harga tomat naik, kini ia mengurangi stok tomatnya. “Karena tomat mahal, yang beli jadi dikit, jadi stoknya juga saya kurangi. Kalau biasanya sehari kulakan 10 kilogram, sekarang cuma 5 kilogram, itu aja kadang tidak habis,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Sri (50). Pedagang sayuran tersebut mengaku kenaikan tomat naik sampai 10 persen.

“Naiknya sampai 10 persen, kalau biasanya tomat merah per kilo itu Rp10 ribu-Rp 15 ribu, sekarang jadi Rp 20 ribu. Untuk tomat hijau biasanya Rp 7 ribu, sekarang jadi Rp 14 ribu,” katanya.

Tak hanya tomat, Sri mengatakan, minggu ini sayur kembang kol dan brokoli juga mengalami kenaikan harga.

Baca juga: Harga Anjlok, Ganjar Ajak ASN Jateng Borong Telur, Tomat, Kol, dan Sawi

“Sayur yang lain juga ada yang naik, brokoli itu biasanya Rp 20 ribu, sekarang naik Rp 40 ribu. Kembang kol biasanya Rp 15 ribu-Rp 20 ribu, sekarang jadi Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu,” katanya.

Meski beberapa komoditas naik, Sri mengaku penjualan tomat tidak mengalami penurunan. Bahkan pembeli tidak ada yang protes dengan adanya kenaikan harga tomat.

“Pembeli tidak ada yang protes, tetap beli karena memang kebutuhan mereka. Kalau untuk tomat sehari bisa kulakan sampai Rp 40 kilo kalau ada pesanan, kalau tidak ada ya 20 kiloan,” tutupnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler