31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaBUDAYAFestival Dalang Jadi...

Festival Dalang Jadi Ajang Unjuk Kebolehan Dalang Cilik di Semarang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menggelar Festival Dalang Kota Semarang 2022 di Gedung Oudetrap, Kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (27/10/2022). Acara yng diikuti dalang cilik dan remaja itu sekaligus untuk memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November mendatang.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Semarang Tri Laksono menerangkan, festival ini menjadi salah satu cara Kota Semarang menunjukkan diri sebagai kota dengan kebudayaan yang heterogen. Festival ini juga untuk menunjukkan Semarang punya banyak pelaku budaya dari generasi muda, khususnya wayang. Makanya, pihaknya mensyaratkan hanya warga Semarang berusia 12 hingga 18 tahun saja yang boleh ikut.

“Seperti yang kita ketahui wayang itu sudah diakui di UNESCO. Jadi hal itu menjadi tantangan kita untuk mewujudkan bahwa Semarang juga mampu berkiprah, khususnya di regional maupun internasional. Bahwa semarang mampu untuk melahirkan para dalang muda yang mampu mengembangkan seni khususnya di bidang perdalangan,” katanya.

- Ads Banner -

Baca juga: Antisipasi Ancaman Krisis Pangan, 4 Kelurahan di Kota Semarang Dipilih Jadi Role Model Ketahanan Pangan

“Skema kegiatannya kita sudah membuka mulai 21 September-10 Oktober 2022. Kemudian 17 Oktober pengumuman nominasi, lalu 20 Oktober konfrimasi kepada panitia dan temu teknis dan ada 9 peserta yang lolos, baru terkahir final pada tanggal 26-27 Oktober 2022,” jelasnya.

Salah satu peserta, Cahyaning Wahyu Gesit Ardhana (12), mengaku jiwa dalangnya sudah ada dari eyang dan kakungnya yang setiap malam Jumat nanggap wayangan ketika dirinya masih di kandungan.

Dalam lomba ini, Ayak membawakan kisah Rajamala, yang menceritakan kemenangan tokoh bernama Bima melalui penyamarannya.

Baca juga: Dukung Penyandang Disabilitas di Semarang Makin Berdaya dengan Beri Pelatihan Usaha

“Om kebetulan dalang, dan mama saya ngidam lihat wayang,” ujar siswa SMP Negeri 9 Semarang.

Pelatih Dalang Sindhunata Gesit Widiharto (26) mengungkapkan, anak-anak sekarang masih sama semangatnya seperti yang dulu.

“Saya tanamkan setiap hari harus memegang wayang minimal 15 menit agar tangannya terbiasa memegang wayang,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler