BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 204 warga Kudus mengikuti pelaksanaan rekrutmen dan seleksi program magang ke Jepang di tahun 2022. Dari 204 orang, yang 200 orang sudah dipastikan berangkat dan empat di antaranya baru lolos pendaftaran dan mengikuti seleksi tahap selanjutnya.
Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, magang ke Jepang ini merupakan program dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah. Kuota peserta magang di Jawa Tengah tahun ini adalah 700 orang.
Baca juga: SMK Wisudha Karya Siap Bantu Siswa yang Terkendala Biaya Magang ke Jepang
“Di tahun 2022, Kabupaten Kudus ada 204 orang yang ikut rekrutmen program magang ke Jepang. Dari 204 orang, 200 orang sudah berangkat dan empat lainnya sudah kami berangkatkan ke Provinsi Jawa Tengah untuk mengikuti tahapan selanjutnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Rini kepada Betanews.id, Jumat (30/9/2022).
Rini mengatakan, klasifikasi magang ke Negeri Sakura itu antara lain bidang kesehatan dan teknik. Bagi yang lolos magang nantinya ditempatkan di sarana kesehatan di sana, misal rumah sakit dan lainnya.
“Sedangkan yang Teknik, nanti ditempatkan di perusahaan-perusahaan yang ada di Jepang. Tentunya disesuaikan dengan bidang keterampilan yang mereka miliki,” bebernya.
Dia menuturkan, program magang yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan serta Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah ini tidak dipungut biaya alias gratis. Sedangkan jangka waktu magang, lamanya tiga tahun.
“Program magang ke Jepang ini gratis. Jangka waktunya tiga tahun. Setelah tiga tahun nanti pulang. Namun, kalau kinerjanya bagus, usai pulang ke Tanah Air ada kemungkinan nanti bisa direkrut lagi oleh perusahaan tempat mereka magang,” jelasnya.
Baca juga: SMK Wisudha Karya Kudus Jadi Tuan Rumah Pendidikan Magang ke Jepang
Dia berharap, dengan adanya program magang ke Jepang ini, mampu meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Kudus. Terutama generasi muda dalam rangka menyongsong era globalisasi.
“Tentunya kami berharap, program ini bisa mengurangi pengangguran. Serta berharap tahun depan program ini diselenggarakan lagi dengan jumlah kuota yang lebih banyak untuk Kudus,” harap Rini.
Editor: Kholistiono

