BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana melakukan revitalisasi Pasar Babalan Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus. Revitalisasi tersebut terkait penambahan kios di bagian timur pasar atau bagian depan pasar. Namun, rencana itu ditentang para pedagang Pasar Kalirejo.
Hal itu terungkap saat dilakukan sosialisasi rencana revitalisasi tersebut oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus dengan Paguyuban Pedagang Pasar Babalan, di Balai Desa Kalirejo. Para pedagang menolak penambahan kios di Pasar Babalan karena selama ini banyak kios yang tutup karena sepi pengunjung.

Baca juga: Disdag Kudus Diminta Usulkan Anggaran Pemeliharaan Pasar Sekitar Rp 1 Miliar pada APBD Perubahan
Menanggapi hal itu, Kepala Disdag Kudus yakni Sudiharti mengatakan, hasil sosialisasi ini akan dilaporkan kepada bupati. Menurutnya, dalam rencana pembangunan pro dan kontra itu hal biasa. Namun, semua permasalahan bisa dibicarakan.
“Kita sendiri belum tahu pasti yang tidak setuju ada berapa pedagang. Kalau total pedagang di Pasar Babalan itu sekitar ada 700 orang. Ini yang tanda tangan ada 100 an orang. Sebenarnya belum bisa dianggap mewakili, tapi kita tetap dengarkan keluhan para pedagang,” ujar perempuan yang akrab disapa Etik kepada Betanews.id, Senin (19/9/2022).
Dia mengatakan, rencananya Pasar Babalan bagian timur akan ada penambahan kios sebanyak 18 unit. Dengan adanya penambahan kios tersebut, rencananya Pasar Babalan akan ada kios yang menghadap ke Jalan Raya Kudus-Purwodadi.
“Saya berharap dengan menghadap jalan raya, nantinya Pasar Babalan bisa beroperasi setiap hari. Tidak seperti sekarang ini yang hanya buka setiap pasaran Kliwon dan Pahing,” bebernya.
Menurutnya, sumber anggaran rencana penambahan kios Pasar Babalan tersebut berasal dari APBD tahun 2022. Totalnya kurang lebih Rp 800 juta.
“Anggaran tersebut untuk pembangunan kios saja,” tandas Sudiharti.
Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Babalan yakni Moch Ambyah mengaku, para pedagang di Pasar Kalirejo menolak rencana Pemkab Kudus untuk menambah kios. Pasalnya, penambahan kios itu akan mempersulit pedagang Pasar Kalirejo.
“Selama ini, kios di Pasar Kakirejo bagian tengah banyak yang kosong. Malah mau menambah kios lagi,” ujarnya.
Baca juga: Pembangunan Pasar Desa Jepang Kudus Telan Biaya Rp 3,2 Miliar
Dia menuturkan, di Pasar Kalirejo itu kurang lebih ada 700 pedagang yang menghuni kios dan los. Dari jumlah tersebut, hampir semuanya menolak. Apalagi, lokasi yang akan dibuat penambahan kios adalah tempat parkir.
“Jika tempat parkir dibangun kios, nanti pengunjung parkir di mana. Kalau tidak ada tempat parkir pengunjung akan malas datang ke pasar,” bebernya.
Dia pun berharap, Pemkab Kudus membatalkan niatnya menambah kios di Pasar Kalirejo. Dia pun mengusulkan agar anggaran tersebut bisa digunakan untuk bangunan lain di Pasar Kalirejo.
Editor : Kholistiono

