BETANEWS.ID, MAGELANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang menemukan anggota partai politik yang memiliki data ganda eksternal. Hal itu hasil verifikasi administrasi terhadap partai politik.
Ketua KPU Kabupaten Magelang Afiffuddin menjelaskan, sampai saat ini KPU Kabupaten Magelang telah menindaklanjuti hasil verifikasi dari persyaratan parpol yang sebelumnya telah mengunggah administrasi keanggotaan mereka melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Kemudian dilakukan klarifikasi kepada setiap parpol.
Baca juga: Verifikasi 31 Ribu Nama, KPU Kudus Temukan Banyak Data Ganda Keanggotaan Partai
“Verifikasi adminitrasi partai politik itu memang menjadi kewenangan KPU RI. Sedangkan KPU kabupaten/kota, ketika saat perjalanan berkas verifikasi adminitrasi terdapat kesalahan, seperti misalanya anggota ganda antar partai politik, diberi tugas untuk melakukan verifikasi,” jelas Afifuddin.
Ia katakan, jika ada keanggotaan partai politik yang ganda, maka KPU kabupaten/kota yang akan melakukan klarifikasi terhadap partai politik di masing-masing daerah.
“KPU kabupaten/kota bertugas melakukan klarifikasi terhadap keanggotaan ganda. Anggota tersebut sebenarnya anggota partai yang mana dan itu semuanya sudah selesai dan sudah kita laporkan ke KPU RI,” jelasnya.
Ia menjelsakan, KPU Kabupaten Magelang sendiri saat ini sedang dalam tahapan menunggu, apakah ada perbaikan atau tidak di antara partai politik.
Baca juga: KPU Kudus Butuh Anggaran Rp47 Miliar untuk Pilkada 2024
Afifudin menyebut, pihaknya menemukan banyak keangotaan partai politik yang ganda. Dengan begitu, KPU Kabupaten Magelang melakukan verifikasi kepada anggota partai politik yang ganda dengan melakuka klarifikasi kepada yang bersangkutan. Menurutnya, keanggotaan ganda jumlahnya cukup banyak.
“Jumlahnya banyak, gandanya itu macem-macem. Ada ganda identik dan juga antar partaipolitik. Itu sudah kita laporkan ke KPU RI dan kita menunggu tahapan perbaikan apakah ada verifikasi adminitrasi yang harus diperbaiki atau tidak. Di masing-masaing KPU kabupaten/kota di Jawa tengah itu kan jumlah beda-beda,” ujar Afiffudin.
Editor: Kholistiono

