BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 1318 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) mengikuti Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Ta’aruf (Masta), Jumat (09/09/2022). PKKMB adalah kegiatan formal pengenalan kehidupan kampus yang dilakukan secara umum untuk mulai mengenal gambaran kehidupan kampus dan juga teman-teman baru. Sedangkan Masta lebih bersifat pemberian materi kepada mahasiswa baru terkait motivasi dan kerohanian Islam.
Koordinator PKKMB UMKU 2022-2023 Nor Azizah menjelaskan, PKKMB dan Masta merupakan tradisi di UMKU yang dilaksanakan dengan prinsip harmonis, menyenangkan, dan mencerdaskan. PKKMB Dilaksanakan 3 hari dan setelah itu dilanjutkan dengan Masta yang berlangsung selama 2 hari.
“Tujuannya agar tercipta akselerasi dan adaptasi bagi mahasiswa baru dengan kehidupan di Perguruan Tinggi, Pendidikan Karakter, memperluas jejaring pertemanan dan relasi, serta meningkatkan kesadaran kehidupan berbangsa, bernegara dan pentingnya pendidikan,” ujar Azizah yang juga staf humas UMKU.
Baca juga: Rektor UMS Pamer Mobil Listrik Ababil Karya Mahasiwa yang Akan Ikut Lomba di Mandalika
1.318 mahasiswa baru itu berasal dari 11 fakultas yakni Fakultas Keperawatan, Fakultas Kebidanan, Fakultas Farmasi, Fakultas Kesehatan, Fakultas Gizi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Komputer, Fakultas Keguruan dan Pendidikan, Fakultas Teknik, dan Fakultas MIPA.
“Seleksi penerimaan mahasiswa baru di UMKU tahun akademik 2022/2023 ada dua jalur, yaitu Reguler dan PMDP (Penelusuran Minat dan Prestasi). Dari seleksi penerimaan mahasiswa baru tersebut, tercatat total mahasiswa yang mendaftar adalah 1578 orang,” kata dia.
Rektor UMKU Rusnoto mengatakan, tujuan dari sebuah perjalanan akademik adalah bukan sebatas didapatkannya gelar akademik. Yang tidak kalah pentingnya adalah dicapainya kompetensi pengetahuan kognitif, keterampilan, sikap serta karakter, dan kepribadian yang positif.
“Mahasiswa merupakan agent of change. Dari tangan merekan nantinya diharapkan terdapat perubahan dan inovasi di masyarakat. If you do not create a change, the change will create you (Jika Anda tidak membuat perubahan, maka Anda-lah yang akan tergerus dengan perubahan),” tegasnya.
Baca juga: Mahasiswa Baru UNS Solo Pecahkan Rekor MURI Warnai Kain Batik Terpanjang
Menghadapi tantangan global, mahasiswa juga tidak boleh lupa dengan kewajiban sosial. Rektor memberikan gambaran pentingnya belajar kehidupan dari salah satu pahlawan nasional yakni KH. Ahmad Dahlan.
“Ahmad Dahlan adalah tokoh fenomenal dan layak mendapat predikat master of social entreprise. Meski dihadang resistensi, Ia berhasil mendirikan Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dan sosial yang kini dapat kita saksikan jutaan karya-karya sosial beliau yang terus bergerak maju dan mewarnai kehidupan bangsa dan negara bahkan mendunia” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

