Ternyata Ini Penyebab Harga Telur Naik

BETANEWS.ID, SEMARANG – Harga telur ayam mengalami kenaikan hingga Rp 30 ribu per kilogramnya. Kenaikan tersebut diduga karena adanya moment penyaluran Bantuan Pangan Nontunai atau BPNT yang digabungkan.

Suwardi, Ketua Asosiasi Koperasi Unggas Sejahtera Kendal yang mencangkup tujuh kabupaten menyebutkan, bantuan sosial yang digabungkan memang diakui menjadi penyebab kenaikan harga telur. Padahal saat ini ia menyebut, permintaan di pasar seperti biasa.

“Bansos yang dirapel itu menjadi penyebab kenaikan, sehingga yang harusnya masuk ke pasar, akhirnya diminta bansos. Jadi pasar nggak kebagian, padahal saat ini permintaan pasar juga biasa, tidak ada kenaikan,” katanya saat dihubungi dari Semarang.

-Advertisement-

Baca juga: Harga Telur Tembus Rp 30 Ribu Per Kilo, Pedagang Mengeluh Karena Sulit Terjual

Suwardi pun berharap realisasi BPNT bisa dilakukan rutin tiap bulan atau dikaji kembali. Tujuanya, agar tak terjadi pengurangan pembelian konsumen akibat sudah adanya bansos tersebut.

“Jadi tidak harus bersamaan tenggang waktu pembagianya. Misal dalam satu provinsi sentranya digilir lima kabupaten, jangan Jawa Tengah tiga hari selesai, kan belanjanya jadi asal-asalan,” pungkas dia.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, harga telur di pasaran memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Di Pasar Peterongan, Kota Semarang, diketahui harga telur per kilo mencapai Rp 30 ribu, sedangkan untuk harga per petinya mencapai Rp 288 ribu (10 kilogram).

“Sekarang telur naik sampai Rp 30 ribu per kilonya. Sudah naik beberapa minggu lalu, pas mendekati tujuh belasan,” kata Sumarsih, salah satu pedagang di Pasar Peterongan.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER