BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pembeli terlihat mengerubungi outlet telur gulung yang berlokasi di Jalan Raya Rahtawu, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Di sana, mereka menunggu pesanan yang dibuat oleh seorang pemuda berkemeja hitam.
Sembari melayani, pemuda bernama Mahfud Rofi’i itu bersedia berbagi penjelasan usaha telur gulung yang dirintisnya Juli 2022 lalu itu. Pria berumur 18 tahun itu nekat memulai usaha karena ingin punya pengalaman usaha dan bisa mandiri.

“Pertama karena ingin berkembang sendiri melalui usaha, tidak mau ikut orang atau pabrik. Ingin punya mental dan skill dalam berwirausaha. Kedua karena ingin punya waktu yang fleksibel dan tidak terikat dengan perusahaan atau orang,” tuturnya kepada Betanews.id, Rabu (20/7/2022).
Baca juga: Telur Gulung Jualan Rofi’i yang Gurih Krenyes Ini Cuma Seribu, Sehari Bisa Habis 7 Kg Telur
Sebelum terjun menjadi pengusaha muda, Rofi’i pernah merasakan kerja di pabrik selama empat bulan. Selama itu pula ia merasa untuk berkembang, tempatnya bukanlah di sana. Keluar dari pabrik dan membangun usaha adalah jalan yang dipilihnya.
Ia mengatakan, dirinya melakukan riset untuk ide usahanya melalu kanal YouTube dan Facebook. Dari situ pula ia belajar cara pembuatan telur gulung secara otodidak. Setelah bisa, ia putuskan membuka outlet telur gulung di daerah Menara.
“Saya itu riset dulu idenya dari YouTube dan Facebook, lalu kelihatannya yang punya prospek ke depan telur gulung. Akhirnya belajar bikin otodidak dari YouTube juga. Terus buka pertama di Menara,” bebernya.
Sebagai anak muda, dirinya tidak takut dan berani mengambil risiko untuk membangun usaha. Ia menyebut, meski baru genap setahun, usaha telur gulungnya telah banyak mengalami pasang surut dan kini sudah punya penghasilan yang lumayan.
Baca juga: Demi Bakti Pada Ortu, Rozaq Pilih Teruskan Usaha Warisan Ketimbang Kejar Mimpi di Bidang Seni
Dengan modal utang sebesar Rp4 juta dari saudara dan temannya, ia nekad berjualan telur gulung. Bahkan, dalam waktu kurang dari empat bulan semua utang bisa ia tutup dan sudah punya cabang di Gondosari, walaupun akhirnya ia akhirnya fokus di satu tempat jualan terakhirnya itu.
Tak hanya telur gulung, Rofi’I juga menyediakan sosis gulung dan sempol gulung. Satu tusuk telur gulung dijual dengan harga Rp1.000. Sedangkan untuk sempol gulung dan sosis gulung dijual dengan harga Rp2.000. Saking ramainya, setiap hari dirinya bisa menghabiskan 6 sampai 7 kilogram telur.
“Alhamdulillah omzetnya bisa capai Rp9 juta per bulan. Untuk kedepannya saya ingin terus belajar dan ingin buka kemitraan,” pungkas Rofi’i.
Editor: Ahmad Muhlisin

