BETANEWS, KUDUS – Beberapa anak muda terlihat sedang membuat mural di tembok sebelah Barat GOR Bung Karno, Jalan Wergu Wetan, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Rabu (17/8/2022). Tembok yang semula berwarna hitam itu perlahan berganti menjadi berbagai macam karakter kartun dan tulisan. Anak muda yang tergabung dalam Komunitas Kudus Street Art itu memang sengaja memperindah tampilan tembok di sana dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia.
Panitia Event Miftahul Falah (30) menjelaskan, ada 24 orang yang mengikuti agenda tersebut. Mereka dibebaskan membuat gambar untuk mengembangkan imajinasinya sendiri. Menurutnya, dalam satu gambar mural membutuhkan waktu tiga sampai empat jam pengerjaan.

“Untuk karakter gambar, mungkin ada yang mengajak penonton untuk berinteraksi dari pesan moral ataupun ajakan, seperti perayaan tujuh belasan, ya ada beberapa karakter menggambarkan itu,” imbuhnya.
Baca juga: Sediakan Properti untuk Foto di Kawasan Kota Lama, Wisatawan Boleh Bayar Seikhlasnya
Komunitas Kudus Street Art mempunyai 43 anggota yangselalu mengadakan event tahunan seperti kali ini. sejak berdiri pada 2014, acara pembuatan mural tersebut sudah masuk chapter tujuh.
Falah membeberkan, gambar yang dihasilkan oleh komunitasnya merupakan jenis grafiti karakter. Awalnya writer menggambar sketsa, kemudian melalui beberapa tahap lainnya seperti coloring, finishing line, dan detail-detail.
“Kalau kami lebih ke grafiti karakter, sedangkan mural pakai lukisan, jadi itu perpaduan mural dengan grafiti gitu,” terangnya.
Baca juga: Desa Temulus Kembangkan Wisata Air yang Dilengkapi Spot Foto Menarik
Dengan adanya event ini, Falah berharap masyarakat Kudus dapat menikmati hasil karya dari Komunitas Kudus Street Art. Tidak hanya itu, momen seperti itu dapat menjadi hobi yang dapat bernilai jual. Falah menuturkan, jasa pembuatan grafiti sering disewa untuk kafe, distro, dan gedung.
“Harapannya teman-teman bisa menyalurkan hobi. Jadi tidak semata-mata gambar di jalanan, melainkan belajar untuk bekerja,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

