31 C
Kudus
Jumat, Agustus 12, 2022
spot_img
BerandaSEMARANGGanjar dan Bappenas...

Ganjar dan Bappenas Siapkan Transportasi Umum Terpadu di Kedungsepur 

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan strategi perencanaan mobilitas perkotaan berkelanjutan di wilayah Kedungsepur. Rancangan itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum terjangkau dengan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 

Ganjar menjelaskan, ada beberapa hal yang harus disiapkan di wilayah Kedungsepur, khususnya terkait transportasi umum. Di antaranya, kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan layanan transportasi yang baik dari sisi harga yang terjangkau dan konektivitas.

“Seringkali kan orang memakai jalur utama saja, naik bus selesai. Sampai ke sananya (rumah atau tujuan) naik apa? Maka ini sebenarnya yang perlu disampaikan dengan kabupaten/kota sampai ke desa. Angkutan desa itu penting untuk menjemput,” jelasnya usai menemui Direktur Fasilitas KIAT Steven Chaytor dan Kasubdit Transportasi Darat dan Jalan Bappenas Dail Umamil Asri di Puri Gedeh, Kamis (4/8/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: Antusias Tinggi, Warga Purwokerto Minta Armada Trans Jateng Ditambah

Ia memberikan gambaran bagaimana mobilitas seseorang yang datang ke Jawa Tengah menggunakan pesawat, kereta api, atau kapal laut. Setelah orang yang datang itu turun dari pesawat, misalnya, masih memerlukan angkutan umum untuk sampai ke rumah atau tujuan akhirnya.

“Kalau diurutkan, orang dari luar Jawa Tengah masuk naik pesawat, dari pesawat sampai menuju ke rumahnya ada enggak yang langsung kecuali taksi. Kalau transportasi umum, bus umpama, busnya sampai mana titiknya, kalau belum sampai rumah, sampai rumahnya naik apa? Kalau ada transportasi publik yang bisa berhenti dekat dari rumahnya sebenarnya sistem itu cukup sempurna,” kata Ganjar.

Terkait layanan transportasi yang baik dan terjangkau sebenarnya sudah dilakukan oleh Pemprov Jateng dengan keberadaan bus Trans Jateng. Saat ini Trans Jateng sudah berjalan di enam koridor di Jawa Tengah dan sedang disiapkan untuk koridor ketujuh. Trans Jateng ini memberikan layanan transportasi umum yang menghubungkan antarkabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Kalau antarkabupaten/kotanya sudah ada transportasi umum lokalnya, di dalam kota/kabupatennya sudah terjemput oleh sistem transportasi mereka. Ini akan sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.

Setelah menyediakan layanan transportasi umum yang terjangkau dan baik, maka hal berikutnya yang disiapkan adalah afirmasi atau pelayanan khusus untuk kelompok tertentu. Dalam hal ini Pemprov Jateng melalui Trans Jateng sudah memberikan pelayanan khusus untuk tiga kelompok yaitu buruh, pelajar, dan veteran.

“Buruh, pelajar, dan veteran ini menjadi prioritas kita dengan biaya yang sangat murah. Ini yang kita sampaikan kepada mereka,” paparnya.

Setelah beberapa hal itu sudah disiapkan, maka perlu adanya peningkatan. Menurut Ganjar, pelayanan pengembangan transportasi umum juga harus mulai memproyeksikan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi beberapa tahun ke depan.

Baca juga: Keamanan Terjamin, Ganjar Sebut Barang yang Ketinggalan di Trans Jateng Akan Kembali ke Pemiliknya

“Saya propose kepada KIAT dengan Bappenas agar kita naik kelas sedikit. Menghitung berapa jumlah penduduk beberapa tahun ke depan, menghitung pertumbuhan ekonomi di beberapa titik, contoh Semarang-Kendal saya tarik sedikit menjadi Semarang-Kendal-Batang, ini kita harus persiapkan. Nanti kalau kemudian kawasan industri Kendal dan Batang ini sudah hidup, berapa mobilitas orang yang ada di sana. Siapa yang menyiapkan transportasinya, transportasi berbasis energi apa,” katanya.

Selanjutnya mulai berpikir tentang basis energi untuk layanan transportasi umum itu sehingga Ganjar mulai mengenalkan rencana pemakaian kendaraan umum bertenaga listrik. Untuk hal ini perlu dilakukan kajian lebih mendalam lagi, tentu saja juga memperhatikan bahan bakar fosil yang mulai berkurang.

“Kami mulai mengintroduksi adanya tenaga listrik. Maka kita sampaikan juga dengan fundingnya dari Australia untuk bisa tidak kita kaji ini sehingga kalau kita proyeksikan maka persiapannya mulai tahun berapa, terlaksana tahun berapa, infrasturktur seperti apa, komitmen politik di masing-masing area seperti apa. Ternyata sama pikirannya,” pungkas Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,330PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler