31 C
Kudus
Jumat, Agustus 12, 2022
spot_img
BerandaSportBerikan Coaching Clinic,...

Berikan Coaching Clinic, Pelatih Persiku Motivasi Siswa ASTI Kudus Agar Bisa Seperti Pratama Arhan

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan siswa Akademi Sepakbola Tugumuda Indonesia (ASTI) Kudus terlihat melakukan latihan di Lapangan Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Setelah memainkan beberapa game, kemudian mereka berkumpul di sisi lapangan dan diberi pengarahan oleh pelatih Persiku yakni M Irfan Jaya.

Tampak, pelatih Persiku memberikan teknik-teknik dasar tentang bermain sepak bola. Di antaranya, teknik yang benar mengoper, kontrol bola dan lainnya. Selain itu, pelatih yang akrab disapa Irfan itu juga memotivasi para siswa ASTI agar kelak bisa menjadi pemain sekelas Pratama Arhan mantan anak asuhnya di SSB yang sekarang berlaga di Liga Jepang.

Pelatih Persiku M Irfan Jaya berikan coaching clinic siswa ASTI Kudus. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: ASTI Kudus Ikuti Turnamen Sepak Bola Tingkat Nasional di Bandung

- Ads Banner -

“Dulu Pratama Arhan seumuran kalian saya yang melatih. Dengan kedisiplinannya mengikuti arahan pelatih, kalian tahu, Pratama Arhan sekarang main di mana?,” Tanya Irfan. Dengan kompak mereka menjawab “Liga Jepang,” ujar para siswa ASTI Kudus serentak.

Irfan pun kemudian berkata lagi kepada para siswa ASTI Kudus, bahwa kelak mereka juga bisa menjadi pemain profesional seperti Pratama Arhan asal rajin berlatih serta disiplin menjalankan arahan para pelatihnya. Selain itu mereka juga harus punya etika yang bagus.

“Kalian kelak juga bisa seperti Pratama Arhan, jadi harus tetap semangat berlatih dan disipilin,” tandasnya.

Usai memberi coaching clinic, menurutnya, para siswa ASTI Kudus secara teknik sudah bagus. Irfan mengaku, di coaching clinic ini menekankan tentang teknik dasar dalam sepak bola. Di antaranya, teknik mengumpan, memberi contoh kontrol bola menggunakan dada yang benar, serta kontrol bola menggunakan paha.

“Intinya penekanan terkait teknik dasar yang memang harus dikuasai oleh anak-anak dibawah usia 16 tahun, itu sangat penting. Jadi tidak harus latihan ke pertandingan terus,” jelasnya.

Dengan bimbingan yang bagus, lanjutnya para siswa ASTI Kudus akan memiliki teknik dasar yang mumpuni. Serta diharapkan kelak mampu bersaing dengan bibit potensial sepak bola dari Jawa Tengah untuk menjadi pemain tingkat nasional.

“Sudah bagus. Semoga saja bisa menyusul bakat-bakat terbaik Jawa Tengah dan jadi pemain sepak bola tingkat nasional,” harapnya.

Baca juga: 86 Pesepakbola Muda Ikuti Seleksi Beasiswa ASTI Kudus

Sementara itu, salah satu siswa ASTI Kudus yakni Ahmad Federico Assis (16) mengaku sangat senang diberi caoching clinic sama pelatih Persiku meski hanya beberapa jam saja. Menurutnya hal itu bisa menambah pengalamannya.

“Ini adalah kesempatan yang sangat baik. Tentunya senang karena bisa menambah pengalaman. Tadi diberi latihan teknik dasar serta diminta untuk selalu punya etika yang baik. Agar kelak bisa jadi pemain profesional seperti Pratama Arhan yang mampu main di luar negeri,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,330PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler