BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan mengerahkan pelajar untuk meramaikan venue ASEAN Para Games (APG) XI 2022 yang berlangsung dari 31 hingga 5 Agustus 2022. Meski begitu, pria yang juga menjabat Ketua INASPOC itu menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah suatu kewajiban, tapi sebuah imbauan.
“Siswa, boleh nonton silahkan gratis. Ya, nggak diwajibkan. Tapi ini kan acara besar, rugi kalau ndak nonton. Bukan digiring, ya apa ya, diimbau lah untuk menonton. Ini kan event yang sangat prestisius ya. Meramaikan lah,” kata Gibran, Kamis, (28/7/2022).

Senda dengan Gibran, Wakil Ketua I di Bidang Pertandingan INASPOC Sapta Kunta menyebut, pengerahan pelajar itu baik untuk edukasi siswa.
Baca juga: Kabar Gembira! Opening-Closing Ceremony dan Semua Cabor APG 2022 Bisa Ditonton Gratis
“Pengerahan masa di venue-venue baik untuk edukasi pelajar. Kita berkoordinasi kepada seluruh pemangku kepentingan, dipimpin Pak Sekda (Sekretaris Daerah) bahwa nanti per venue ada yang nonton,” kata Sapta.
Kendati demikian, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo tetap akan memberlakukan pembatasan penonton di venue-venue yang digunakan.
“Sementara ini dari Dinas Kesehatan untuk yang nonton di venue tetap dibatasi. Selain itu ada cek suhu,” lanjut Sapta.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Ahyani mengatakan, imbauan kepada pelajar Solo untuk menonton pertandingan itu diperbolehkan. Bahkan, ia juga mengatakan bahwa hal itu sudah diatur oleh INASPOC.
Baca juga: Opening Ceremony APG XI 2022 Akan Suguhkan Banyak Gimmick dan Kejutan
“Boleh saja kan sudah diatur, kita tinggal mengikuti aja. Kalau yang di opening dan closing ceremony-kan nggak maksimal dari sisi kenyamanan. Kemudian dari sisi kepantasan juga, karena anak-anak kalau sampai malam kan nggak pas. Jadi pas pertandingan saja,” terang Ahyani.
Menurut Ahyani, para pelajar bisa saja diikutsertakan melihat pertandingan ASEAN Para Games pada saat jam pelajaran olahraga. Hal tersebut bisa dilakukan oleh sekolah yang lokasinya dekat dengan venue-venue yang dipakai.
“Nanti yang dikerahkan sekolah yang dekat-dekat venue aja. Pas pada jam pelajaran olahraga diajak ke situ nonton. Ya sebagai edukasi bisa, mungkin cara pembelajaran membuat karya tulis kan bisa juga,” tutup Ahyani.
Editor: Ahmad Muhlisin

