31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Museum Kretek Kudus Adakan Seminar Hasil Kajian Koleksi

BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Kretek Kudus mengadakan kegiatan seminar hasil kajian koleksi di Hotel @Hom Kudus, Kamis (16/06/22). Kegiatan ini mendatangkan dua narasumber yaitu Ketua Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) Agus Sarjono dan Laila Nur Hayati, Pamong Budaya Ahli Muda Museum Rangawasita.

Selain itu, kegiatan seminar ini juga mengundang Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP Sejarah), pelaku wisata, akademisi, serta masyarakat sekitar Museum Kretek.

Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Kudus, Yusron mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan setelah pihaknya mengelar kajian koleksi.

-Advertisement-

“Sebelum mengadakan seminar, tim Museum Kretek dan narasumber sudah melakukan kajian terlebih dahulu. Kajian itu dilakukan akhir Mei 2022,” ucapnya.

Baca juga: Tingkat Kunjungan di Museum Kretek dan Patiayam Terus Merangkak Naik

“Dan Kegiatan seminar kajian koleksi ini sudah di lakukan selama tiga tahun berturut-turut,” ujarnya.

Berbeda dari seminar tahun lalu yang mengupas tuntas koleksi Niti seminto, tahun ini Museum Kretek mengkaji koleksi botol saus, penggiling tembakau, klobot, dan masih banyak lagi.

“Koleksi yang di kaji ada 3 jenis, yaitu 14 keramologika, 7 botol saus, dan 3 teknologika. Total ada 24 koleksi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Wisnubroto Purnawarman Jayawardana mengatakan, kegiatan seminar kajian ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan kretek ke generasi muda.

Baca juga: Tingkat Kunjungan di Museum Kretek dan Patiayam Terus Merangkak Naik

“Adanya kegiatan seminar ini kan supaya mengenalkan Kudus kota kretek ke generasi muda, agar mereka tahu, kretek diawali dari apa, alat-alat buat kretek seperti apa. Karena salah satu yang membesarkan kota Kudus kan juga kretek, jadi generasi muda harus tahu,” ujarnya.

Kemudian setelah kegiatan seminar selesai, Wisnu berharap, kegiatan ini bisa selalu diadakan tiap tahunya, agar koleksi-koleksi yang masih buta sejarah, bisa diketahui sejarahnya.

“Di Museum Kretek itu masih banyak sekali koleksi-koleksi yang belum dikaji. Jadi harapanya kegiatan kajian bisa terus dilakukan agar nantinya semua koleksi ada historynya. Jadi pengunjung juga lebih tahu history koleksi yang di pajang,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER