31 C
Kudus
Minggu, Juni 26, 2022
spot_img
BerandaUMKMLarisnya Ukulele Buatan...

Larisnya Ukulele Buatan Sistoyo, Setiap Ada yang Jadi Langsung Laku Hingga Tak Punya Stok

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, Sistoyo (59) tampak sibuk di antara ukulele yang berjajar di halaman rumahnya yang berada di Kelurahan Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Dia terlihat menyelesaikan satu ukulele dan kemudian menyetem, lalu memainkan alat musik yang biasa dipakai para pengamen.

Suara khas alat musik bersenar empat itu mulai terdengar beriringan dengan petikan jari pria paruh baya tersebut. Ia pun mengangguk-anggukan kepalanya, tanda menikmati alunan suara musik yang dimainkanya. Sistoyo mengaku mulai membuat ukulele sejak 2020.

Sistoyo menjajal ukulele buatannya. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Bahan Bisa Pilih, Ukulele Buatan Sistoyo Ini Dijual Mulai Rp75 Ribu

- Ads Banner -

“Sejak dulu saya itu pekerja seni dan mahir memainkan ukulele. Hingga saya pun merasa tertantang untuk membuat sendiri ukulele,” ujar Sistoyo kepada Betanews.id, beberapa hari lalu.

Sistoyo mengatakan, karena tidak tahu teknisnya, pertama kali pembuatan ukulele pun gagal total. Ia pun kemudian berinisiatif belajar membuat ukulele di Sukoharjo, yang merupakan pusatnya produksi gitar dan ukulele.

“Saya di sana beberapa hari melihat langsung proses pembuatan ukulele. Dari tahap pertahap saya pelajari, hingga benar-benar paham,” bebernya.

Berbekal pengetahuan dari Sukoharjo itulah, kata dia, kemudian pembuatan ukulele pun berhasil. Ia mengaku membuat ukulele hanya sekadar sambilan. Meski begitu, pelanggannya cukup banyak.

“Pelanggan saya cukup banyak, setiap ada yang jadi langsung laku. Untuk harga cukup murah, mulai Rp 45 ribu sampai Rp 400 ribu per unit, tergantung bahannya,” jelasnya.

Dia mengatakan, mampu membuat ukulele dari berbagai bahan. Ada yang terbuat dari bahan triplek, solid dan kayu. Untuk proses pembuatannya, lima hari bisa bikin sekitar tujuh unit ukulele.

Baca juga: Ingin Bantu Lestarikan Keroncong, Sistoyo Jual Alat Musik dengan Harga Murah

“Untuk keunggulan ukulele buatanku itu suaranya yang lebih bagus dari pada ukulele di pasaran. Selain itu, harganya sangat terjangkau,” ungkapnya.

Dia mengatakan, karena harga murah dan suaranya yang lebih bagus itulah, ukulele karyanya banyak diminati. Setiap ada yang jadi langsung dibeli.

“Jadi memang jarang punya stok. Sebab setiap jadi beberapa gitu langsung laku. Pelanggan selain orang Kudus juga banyak dari Pati, Jepara dan Demak. Paling banyak pelanggan pengamen,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler