Kasus PMK Ada di 11 Kecamatan, Pemkab Jepara Perketat Arus Perdagangan Ternak

BETANEWS.ID, JEPARA – Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta akan memperketat arus lalu lintas atau perdagangan hewan ternak yang masuk ke Kabupaten Jepara. Hal ini menyusul semakin meluasnya penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Ukir.

“Kita berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP untuk memperketat arus lalu lintas hewan ternak yang masuk maupun yang keluar Jepara,” kata Edy saat memimpin rapat koordinasi penanganan PMK di Kantor Setda Jepara, Senin (6/6/2022).

Selain itu, Edy meminta kepada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jepara, untuk turun ke lapangan menyosialisasikan penyebaran PMK kepada masyarakat. Saat ini, dari 16 kecamatan di Jepara, 11 kecamatan di antaranya sudah terjangkit PMK. Sedikitnya 362 ekor ternak terduga kena PMK di Jepara.

-Advertisement-

Baca juga: Ada Ternak yang Terindikasi Kena PMK, Ini Nomor yang Bisa Dihubungi untuk Minta Tolong

“Tinggal menyisakan Kecamatan Jepara, Pecangaan, Mayong, Kalinyamatan, dan Karimunjawa. Selain kecamatan itu sudah terpapar PMK,” kata Edy.

Pihaknya juga meminta dinas terkait, untuk segera mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta pengiriman obat-obatan penanganan dan pencegahan PMK.

“Stok obat kita sudah menipis. Kami berharap ada kiriman obat dari Pemprov Jateng,” katanya.

Baca juga: 176 Ternak Terindikasi Terjangkit PMK, Pasar Hewan di Kudus Ditutup

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Jepara Zamroni Lestiaza mengatakan, ada beberapa dugaan masuknya PMK di Jepara. Pertama, ada pedagang yang membeli kerbau dari Jawa Timur dengan kasus pertama ditemukan di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung.

Kedua, pedagang sapi Jepara yang kulakan dari Pasar Jatirogo, Kabupaten Tuban yang dijual di Pasar Hewan Keling. Munculnya kasus kedua yaitu di Desa Jlegong, Keling. Kemudian, pedagang kerbau yang membeli dari pasar hewan Mayong, tapi berasal dari Jawa Timur dan dibawa ke kandang. Ini menjadi kluster terbesar di Jepara.

“Kami membutuhkan dukungan untuk melakukan penanganan cepat dan terintegrasi,” tandas dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER