31 C
Kudus
Senin, Februari 23, 2026

Bupati Kudus Masih Larang Ada Hiburan Ketoprak hingga Wayang pada Acara Sedekah Bumi

BETANEWS.ID, KUDUS – Bulan Apit dalam penanggalan Jawa, biasanya menjadi moment untuk menggelar kegiatan sedekah bumi, khususnya masyarakat di kawasan Pantura. Salah satunya adalah di Kabupaten Kudus.

Pada acara sedekah bumi yang biasanya diselenggarakan pihak pemerintah desa itu, dibarengi hiburan kesenian tradisional. Baik itu wayang kulit, ketoprak, barongan ataupun lainnya.

Baca juga : Kudus Festival 2022 Hadir di Jakarta, Mulai dari Kuliner hingga Budaya Kota Kretek Ada di Sini

-Advertisement-

Sejak dua tahun lalu, karena adanya pandemi Covid-19, sedekah bumi dilaksanakan secara sederhana tanpa hiburan. Kini setelah kasus Covid-19 di Kudus melandai dan dinyatakan PPKM level 1, harapan masyarakat untuk bisa mendapatkan hiburan di gelaran sedekah bumi pun harus tertunda lagi.

Hal itu karena, Bupati Kudus Hartopo belum memberi izin sepenuhnya untuk gelaran hiburan di tempat terbuka. Orang nomor satu di Kota Kretek itu mengaku, sudah berbicara dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang terkait penyelenggaraan acara di ruang terbuka.

“Pada intinya, untuk acara di out door yang diperbolehkan itu yang tidak menimbulkan kerumunan masyarakat. Kalau yang menimbulkan kerumunan, sebaiknya jangan dilaksanakan dulu,” ujar Hartopo kepada awak media, Senin (6/6/2022).

Dia khawatir, jika hiburan tersebut diberi izin, setelah dua pekan takutnya nanti kasus Covid-19 di Kudus meningkat lagi. Jika kekhawatiran itu terjadi, nantinya yang disalahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

“Kalau nanti kasusnya covid naik lagi, pemerintah yang disalahkan lagi. Gara-gara memberikan izin gelaran ketoprak atau wayang di acara sedekah bumi ini,” tandasnya.

Baca juga : Desa Kaliwungu, Saksi Pelarian Sultan Hadirin saat Kalah Perang dengan Arya Penangsang

Kecuali, kata dia, pandemi Covid-19 ini sudah dinyatakan sebagai endemi. Sehingga kehidupan bisa normal dan tidak khawatir untuk berkerumun. Pihaknya pun mengaku sedang fokus bekerja untuk pertumbuhan ekonomi di Kudus.

“Mumpung di Kudus ini dinyatakan level 1, kita fokus untuk pemulihan ekonomi. Nanti kalau ada hiburan yang menimbulkan kerumunan, takutnya nanti kasusnya meningkat lagi, perekonomian terganggu lagi,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER