31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Tangis Haru Pak Tarno, Pria yang Hidup Sendiri Ini Dapat Bantuan Renovasi Rumah dari Ganjar

BETANEWS.ID, PEKALONGAN – Tarno (53) tak bisa membendung tangis bahagianya usai mendengar langsung dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahwa rumahnya akan direnovasi. Warga Desa Rowolaku, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan itu sebenarnya cukup kaget dengan kehadiran Ganjar beserta para pejabat itu.

Biasanya rumah berukuran 4,1 x 4,6 meter itu sepi. Tak pernah terlihat keramaian, karena di rumah itu Tarno hanya tinggal seorang diri. Jangankan tamu penting, tetangga saja jarang yang ramai-ramai datang ke rumahnya.

Ganjar Pranowo saat mendatangi rumah Tarno yang akan mendapatkan bantuan renovasi rumah. Foto: Ist

Sugeng rawuh pak Ganjar. Ngapunten ngriyone kadhos meniko (selamat datang pak Ganjar, maaf rumahnya seperti ini),” kata Tarno.

-Advertisement-

Baca juga: Ngatemi Terharu, Rumahnya Tak Lagi Jadi Kandang Sapi Berkat Bantuan Ganjar

Rumah Tarno memang jauh dari kata layak. Selain kecil, rumah itu masih berdinding papan dan berlantai tanah. Tidak ada kamar mandi di rumah yang hanya memiliki satu kamar tidur itu.

“Nanti biar didandani ya Pak, biar lebih nyaman. Nanti dibuatkan kamar mandi sendiri,” kata Ganjar.

Tarno adalah salah satu warga yang membutuhkan bantuan. Ia hidup sendiri karena istri sudah meninggal dan anak-anaknya sudah bekerja.

“Ini perlu kita bantu, dan saya harap tetangga ikut gotong royong karena itu cara yang bagus. Ya semuanya harus saling peduli,” jelasnya.

Sementara itu, Tarno mengaku tak menyangka mendapat kejutan itu. Ia tak pernah bermimpi, didatangi gubernur dan diberikan bantuan secara langsung.

Baca juga: Bahagianya Ayyub dan Rosidin, Guru Ngaji di Kendal Dapat Bantuan Bedah Rumah

Kulo matur nuwun sanget dibantu saking bapak gubernur dan perangkat setempat (terima kasih banyak atas bantuan dari pak gubernur). Omahe dibangun kersane sae damel ben tenang men roso men awet (rumahnya dibangun biar lebih bagus, lebih tenang, lebih kuat dan lebih awet,” katanya.

Tarno mengatakan sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Penghasilannya tak pernah menentu, biasanya ia dibayar Rp50.000 setiap bekerja di sawah selama sehari.

“Tapi itu juga nggak pasti, nggak bisa diharapkan. Tapi yang jelas saya senang karena persoalan rumah sudah terselesaikan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER