31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Ribuan Warga Datangi Makam Desa Ploso Kudus untuk Laksanakan Tradisi Nyadran Jelang Ramadan

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma harum bunga tabur langsung menyergap hidung saat memasuki makam Desa Ploso. Merdu lantunan tahlil dan bacaan Surat Yasin samar-samar terdengar bersahut-sahutan dari mulut peziarah. Tradisi Nyadran di Kota Kretek memang masih sangat lestari hingga kini. Setiap jelang Puasa Ramadan makam di Kudus terlihat ramai.

Petugas kebersihan makam Seno menuturkan, setiap jelang Puasa Ramadan makam Desa Ploso selalu ramai peziarah. Setiap harinya ada ratusan bahkan ribuan orang yang datang untuk berziarah ke makam leluhur atau kerabat mereka yang sudah meninggal.

“Biasanya itu sepekan sebelum puasa Ramadan sudah mulai ramai peziarah. Untuk hari ini mungkin kisaran 300 orang peziarah, tapi kemarin itu sangat ramai ada mungkin seribuan peziarah,” ujar Seno kepada Betanews.id, Sabtu (2/4/2022).

Baca juga: Jelang Puasa, Warga Kudus Ramai-Ramai Ziarah ke Makam Leluhur

Dia mengatakan, di tradisi nyadran para peziarah datang ke makam leluhur atau kerabatnya yang sudah meninggal untuk mengirim doa dan juga membersihkan makam.

“Ya, datang untuk mengirim doa dan juga bebersih makam leluhur mereka. Tak jarang untuk bersih makam mereka minta tolong jasa kami,” ungkap pria yang rumahnya tidak jauh dari makam itu.

“Setiap ada tradisi Nyadran begini, Makam Desa Ploso paling ramai peziarah di antara makam yang ada di Kudus. Tak hanya untuk warga Desa Ploso saja, makam ini juga dijadikan persemayaman warga 13 desa di Kudus,” bebernya.

Satu di antara peziarah yakni Ani mengatakan, setiap jelang puasa Ramadan Makam Desa Ploso memang selalu ramai peziarah. Ia sendiri selalu rutin mendatangi makam Desa Ploso setiap Hari Kamis dan jelang puasa Ramadan.

Baca juga: Jelang Puasa, Penjual Bunga Tabur Bisa Raup Omzet Hingga Rp6 Juta Sehari

“Setiap Kamis dan jelang puasa Ramadan memang selalu ramai. Saya juga rutin ke sini (makam Desa Ploso) untuk ziarah ke makam ayah dan kerabat yang sudah meninggal,” ujarnya.

Dia mengaku selama ini menjaga tradisi Nyadran, sebab Nyadran itu tradisi untuk mendoakan arwah para leluhur jadi harus dilestarikan.

“Selain berdoa untuk leluhur dan kerabat kami yang meninggal. Tadi juga membersihkan makam,” beber warga Desa Ploso, Jati, Kudus tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER