Kedatangan Pemudik Nantinya Diharapkan Bisa Dongkrak Perekonomian di Jateng

BETANEWS.ID, KUDUS – Presiden Joko Widodo telah melonggarkan izin mudik saat lebaran Idul Fitri tahun ini. Kendati dengan syarat sudah vaksinasi booster atau dosis ketiga, kebijakan tersebut disambut bahagia banyak pihak.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menyambut baik kebijakan mudik tahun ini. Pihaknya memperkirakan, Jawa Tengah akan banyak kedatangan pemudik. Terlebih sudah dua kali lebaran mudik dilarang, sebab penyebaran virus Covid-19 yang masih ganas.

Baca juga : Diperbolehkannya Masyarakat Mudik Lebaran Nanti Bikin Bupati Kudus Ketar-ketir

-Advertisement-

“Mudik tahun ini, kami sudah menghitung dan memprediksi akan banyak. Kemungkinan besar yang masuk Jawa Tengah akan cukup banyak,” kata Sumarno, Selasa (5/4/2022).

Menghadapi kedatangan pemudik, pengendalian lalu lintas, lanjut Sumarno, akan diutamakan nantinya. Bekerja sama dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan, jalur-jalur alternatif akan dijaga.

Kelonggaran mudik ini pun diharapkan mampu mendongkrak perekonomian di Jawa Tengah. Melihat dari sisi positifnya, Sumarno memperkirakan tingkat konsumsi di Jawa Tengah akan meningkat.

“Sebetulnya mudik itu ada dua kondisi, ada faktor positifnya di Jawa Tengah. Karena banyak masyarakat Jakarta ke Jawa Tengah, itu tentu saja uang akan beredar di Jawa Tengah. Tentu saja akan mendongkrak ekonomi di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Dengan banyaknya orang di Jawa Tengah, pihaknya memastikan konsumsi juga akan ikut meningkat. Ekonomi Jateng sendiri, kata Sumarno, banyak didukung dari tingkat konsumsi.

Untuk itu, pihaknya berharap proses mudik nantinya lancar. Di satu sisi memberikan dampak positif bagi Jawa Tengah.

“Lebih banyak dampak positifnya di Jawa Tengah kalau kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Baca juga : Ganjar Minta Jajarannya Siapkan Skenario Hadapi Ramadan dan Mudik Lebaran

Di samping itu, langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, nantinya juga secara random akan dilakukan cek maupun sampling tes cepat swab antigen. Pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan Polri, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kesehatan tiap kabupaten.

“Iya, tentunya random cek nanti akan kita lakukan. Di pos random cek nanti juga ada pihak Dirlantas (kepolisian), dinas perhubungan, serta dinas kesehatan,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER