Soal Gelaran Tradisi Dandangan dan Takbir Keliling Tahun Ini, Begini Pernyataan Bupati Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, saat ini belum memutuskan digelar tidaknya tradisi Dandangan yang dimeriahkan dengan pasar malam untuk menyambut bulan Ramadan tahun ini. Pemerintah, saat ini sedang melakukan kajian terkait perayaan tradisi Dandangan tersebut.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, beberapa waktu lalu dirinya telah mengundang Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus untuk membahas terkait Dandangan.

Baca juga : Tradisi Dandangan Sambut Ramadan Ditiadakan Tahun Ini, Plt Bupati Kudus : ‘Saya Ndak Berani’

-Advertisement-

“Dandangan belum (pasti), masih dalam kajian. Kemarin Dinas Perdagangan saya panggil supaya itu dikaji,” katanya, Jumat (11/3/2022).

Pihaknya belum bisa memutuskan izin perayaan. Sebab, segala aspek perlu dibahas. Terlebih terkait kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus sendiri.

“Nanti lihat kondisinya, kalau memang dalam waktu dekat belum turun (kasus aktif Covid-19), kita belum berani,” sambungnya.

Begitu pula kebijakan dalam perayaan malam takbiran nantinya. Perlu adanya pembatasan. “Malam takbiran gak boleh ada konvoi,” tegasnya.

Hartopo menyebut, saat ini pasien positif Covid-19 di Kudus sekitar 200 orang. Tren ini terus menurun tiap harinya. Pihaknya berharap, menurunnya kasus covid terus terjadi, hingga membuat Covid-19 bukan lagi pandemi, tapi jadi endemi.

“Kudus alhamdulilah sudah mulai turun kasus covidnya. Mudah-mudahan terus turun dan ini menjadi awal endemi di Kudus,” harapnya.

Baca juga : Mbah Tardi Berharap Tahun Ini Tradisi Dandangan Digelar, Agar Truk Mainan Buatannya Laku

Untuk diketahui, tradisi Dandangan di Kabupaten Kudus telah ada sejak zaman Sunan Kudus Syekh Ja’far Shodiq menyebarkan agama Islam di tanah Kudus. Sebagai penanda malam pertama bulan Ramadan atau bulan puasa, bedug di atas Menara Kudus akan dibunyikan yang menghasilkan suara ‘Dang Dang Dang’.

Demi merayakan suka cita menyambut bulan penuh berkah, banyak masyarakat sekitar yang menunggu di bawah menara menyaksikan ditabuhnya bedug. Semakin tahun semakin ramai, hingga banyak yang menjual makanan-makanan khas Kudus. Sampai sekarang pun tradisi tersebut masih melekat dengan Kudus.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER