31 C
Kudus
Minggu, Februari 22, 2026

Jelang Ramadan Harga Daging Ayam Naik, Pedagang di Kudus Menjerit Karena Penjualan Sepi

BETANEWS.ID, KUDUS – Pedagang daging ayam di pasar tradisional Kabupaten Kudus mengeluhkan harga daging ayam yang terus naik sepekan terakhir. Kondisi tersebut membuat pedagang sepi pembeli.

Satu di antara pedagang di Pasar Bitingan Kudus yakni Enik Handayani mengatakan, harga daging ayam saat ini berkisar antara Rp 34 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu per kilogram.

Harga daging ayam di Pasar Bitingan Kudus merangkak naik. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Tak Terpengaruh Daerah Lain, Harga Daging Sapi di Kudus Stabil Rp115 Ribu Sekilo

-Advertisement-

“Sejak sepekan harga daging ayam terus merangkak naik. Saat ini harga daging ayam di harga Rp 34 ribu per kilogram dari yang semula harganya Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram,” ujar perempuan yang akrab disapa Enik kepada Betanews.id, Selasa (8/3/2022).

Perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus itu menuturkan, akibat kenaikan harga tersebut berdampak pada penjualannya yang turun. Di mana, sebelumnya ia mampu menjual daging ayam sebanyak 2 kuintal sehari, sekarang turun jadi 80 kilogram.

“Penurunannya cukup signifikan. Sebab pembeli juga mengurangi kuota pembelian daging ayamnya. Misal biasanya mereka beli 1 kilogram daging ayam, bisa dikurangi jadi setengah kilogram,” jelasnya.

Dia pun berharap, harga daging ayam bisa segera stabil. Agar daya beli masyarakat bisa kembali naik.

“Harapannya harga daging ayam kembali turun. Agar penjualannya juga kembali normal lagi,” bebernya.

Hal senada juga diungkap oleh pedagang lainnya yakni Arina Nur Cahyani. Dia mengatakan, jelang Ramadan harga daging ayam mengalami kenaikan. Saat ini harga daging ayam naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

“Iya ini mas, harga daging ayam naik. Sebelumnya itu harganya kurang lebih Rp 30 ribu per kilogram, sekarang jadi Rp 35 ribu per kilogram,” ujar perempuan yang akrab disapa Rina.

Baca juga : Tak Hanya Cabai, Daging Ayam di Kudus Ikut Naik Jelang Nataru

Rina mengeluh, akibat harga yang mahal itu, penjualannya pun turun drastis. Biasanya dalam sehari ia mampu menjual daging ayam hingga 2,5 kuintal, kini hanya mampu menjual kurang dari satu kuintal.

“Harga naik kalau penjualan ramai gak apa-apa. Ini harga naik, pembelinya sepi kan jadinya merugikan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER