31 C
Kudus
Minggu, Januari 23, 2022
spot_img
BerandaKUDUSTak Hanya Cabai,...

Tak Hanya Cabai, Daging Ayam di Kudus Ikut Naik Jelang Nataru

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) harga beberapa bahan pokok di Kabupaten Kudus merangkak naik. Selain cabai dan sayuran, harga daging ayam pun mengalami kenaikan. Harga daging ayam saat ini naik menjadi Rp33 ribu per kilogram.

Pedagang Pasar Bitingan, Eni Handayani mengatakan, kenaikan harga daging ayam terjadi sejak sepekan terakhir. Menurutnya, kenaikan tersebut merupakan hal lumrah menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Setiap jelang Nataru harga daging ayam memang sering mengalami kenaikan. Jika sebelumnya harga daging ayam Rp 28 ribu per kilogram, kini naik jadi Rp 33 ribu,” ujar Eni kepada Betanews.id, Selasa (7/12/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Naik 100 Persen Lebih, Harga Cabai di Kudus Makin Pedas Jelang Nataru

Perempuan yang sudah berjualan daging ayam sejak 2010 itu mengaku, kenaikan tersebut berdampak pada daya beli masyarakat. Sebab, dengan naiknya harga daging ayam, konsumen pun mengurangi jumlah pembelian daging ayam yang dibelinya.

“Imbasnya konsumen beli dagingnya dikurangi. Jika biasanya membeli satu kilogram daging ayam, dikurangi jadi 1/2 kilogram,” jelas warga Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.

Dia mengatakan, dengan berkurangnya daya beli masyarakat, penjualan daging ayam pun turun cukup signifikan. Menurutnya, yang biasanya tiap hari mampu menjual 250 kilogram kini hanya mampu menjual 200 kilogram daging ayam.

“Walaupun harga naik, tapi penghasilan kami malah turun. Sebab harga ayam dari kandang naik, daya beli masyarakat turun,” jelasnya.

Dia menuturkan, pada tahun sebelumnya, harga daging ayam diprediksi bisa naik lagi ketika mendekati Nataru. Sebab pada tahun lalu, mendekati Nataru harga ayam bisa mencapai Rp 35 ribu per kilogram.

“Tahun lalu jelang Nataru harga daging ayam mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Kalau tahun ini belum pasti, semoga saja  tidak ada lagi kenaikan. Biar daya beli masyarakat tidak turun drastis,” ungkapnya.

Baca juga: Sawah Kebanjiran di Wonosoco Dimanfaatkan Warga untuk Cari Ikan, Bisa Dapat Hingga 50 Kg

Eni menambahkan, daging ayam yang diminati para pelanggan itu bagian dada dan paha. Sedangkan bagian lainnya akan dijual selakunya. Ia pun mengaku berpacu dengan waktu ketika dalam tiga hari tidak ada pembeli, dia terpaksa harus membuang dagangannya itu.

“Yang paling diminati itu bagian dada dan paha. Ninggal bagian lainnya seperti kepala, paha, usus, ceker, dan sayapnya. Bagian lain tersebut dijual selakunya,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 12 - Banjir Abadi di Wilayah Bekas Selat Muria (Kudus dan Pati)

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,340PengikutMengikuti
75,048PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler