BETANEWS.ID, KUDUS – Komunitas Jendela Puisi Kudus bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah menggelar seminar online di bidang kajian Bahasa dan kesusastraan Indonesia. Webinar digelar secara virtual melalui Zoom Meeting pada Minggu (27/03/2022) lalu.
Mengangkat tema “Mengulik Proses Inspirasi Menulis Sastra”, Jendela puisi ingin mengajak semua masyarakat yang menyukai dunia sastra untuk ikut bergabung. Bersama pemateri Arif Khilwa, yang seorang penulis dan juga penyair dari Kabupaten Pati.
Baca juga : Lima Penyair Asal Semarang Akan Tampil Dalam Pementasan Baca Puisi di Solo
Acara yang berlangsung pada pukul 09.00 – 11.30 WIB ini akan dipandu oleh Rimei Lana Yana Sukma dari Jendela Puisi.
Ketua Panitia Pelaksana, Wisnu Bayu Murti menambahkan webinar ini diharapkan dapat menghidupkan iklim literasi dan kesusastraan di Kudus dan sekitarnya.
Sementara itu, dalam materinya, Arif Khilwa memaparkan berbagai teori terkait kepenulisan puisi. Dia, juga turut menyampaikan bagaimana cara mendapatkan ide dalam menulis puisi.
Menurut Arif, dalam proses kreatif menulis puisi setiap orang akan menemukan teorinya sendiri. Menulis puisi, sambungnya, dapat menggunakan rumus M3 + M3 atau membaca, membaca, membaca lalu menulis, menulis, menulis.
“Sebenarnya tidak ada teori yang baku dalam kepenulisan puisi, karena setiap penyair pasti memiliki teori yang berbeda-beda,” katanya.
Menurutnya, ide dalam menulis puisi, bisa berasal dari mana saja. Ide kreatif, dapat berasal dari peristiwa, fenomena atau momentum tertentu. Setelah didapatkan, ide kemudian dikuatkan kembali melalui pengalaman, pengetahuan, pemikiran, keterampilan, dan imajinasi dari seorang penulis puisi.
“Ide itu tidak perlu dicari, tapi ide itu ditemukan,” ucapnya.
Arif menjelaskan, sebuah puisi dapat dikatakan menarik jika ada konflik atau masalah di dalamnya. Selain itu, dalam menulis puisi juga dianjurkan untuk memperkaya kosakata dan memperbanyak membaca.
Baca juga : Indri Tak Menyangka, Puisi Ciptaannya Diunggah ke Instagram Ganjar
“Dari membaca, kita dapat menemukan sebuah ide baru yang akan dipertimbangkan. Menimbang ide berhubungan dengan sasaran pembaca kita,” sebutnya.
Ia berpesan kepada peserta webinar agar tidak takut untuk berkarya dan menulis. Sebab, kata Arif, menulis membutuhkan keberanian.
“Sepintar apapun kita, ketika kita tidak mau menulis maka kita akan hilang dari zaman. Menulis adalah pekerjaan menuju keabadian,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

