31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Mulai Senin Depan PTM SD dan SMP di Semarang Dihentikan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemetintah Kota Semarang akan menghentikan sementara pendidikan tatap muka (PTM) di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai Senin, (7/2/2022) hingga dua pekan ke depan. Ini sebagai antisipasi terus meningkatnya penyebaran Covid-19 di Kota Atlas.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, dari data yang dia dapatkan, beberapa siswa SMK, SMA, dan SMP banyak yang teridentifikasi positif Covid-19. Untuk itu, dia membuat kebijakan pengentian PTM agar penularan bisa dikendalikan.

“Jadi nanti akan dimulai 7 Febuari, besok Senin PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan berlaku selama dua pekan,” jelasnya, Jumat (4/2/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Kasus Covid-19 di Solo Kini Sudah Menyebar ke 21 Sekolah

Untuk antisipasi jika ada ledakan pasien, Pemerintah Kota Semarang mengaku sudah membuat beberapa antisipasi, salah datunya adalah menyiapkan 7 tempat untuk isolasi pasien. Sejauh ini, hanya rumah dinas wali kota yang masih aktif dijadikan sebagai tempat isolasi.

“Tentunya jika ada ledakan pasien akan kita buka lagi tempat-tempat tersebut,” imbuhnya.

Di bulan ini, dia sudah menerima lapoan ada ratusan warga Semarang yang positif Covid-19. Sebagian ada yang isolasi di rumah dan ada juga yang isolasi di rumah dinas.

Jika diperlukan, mulai Senin depan pihaknya akan mengaktifkan pembatasan aktivitas masyarakat untuk memutus mata rantai Covid-19. Pihaknya bakal melakukan pembatasan jumlah ASN yang masuk kantor, jam oprasional mal dan beberapa pembatasan lain.

Baca juga: Hartopo Ancam Hentikan PTM di 3 Sekolah Karena Satgas Covid-19 Tak Jalankan SOP

“Mekanismenya seperti pembatasan saat level 2. Yang tadinya warung bisa buka sampai jam 10 malam, kini hanya boleh buka sampai jam 9 malam saja,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari situs resmi siagacorona.semarangkota.go.id, sampai saat ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat berjumlah 126 orang. Rinciannya, 22 orang dari luar Semarang dan 104 orang dari Semarang.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER