Harga Daging Ayam di Solo Masih Tinggi, Pedagang Sampai Jual Rugi Agar Laku

BETANEWS.ID, SOLO – Harga daging ayam di Kota Solo belum juga turun di 2022. Berdasarkan pantauan Betanews.id, Selasa (11/1/2021), harga daging ayam di Pasar Legi dan Pasar Gedhe, malah meroket naik.

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Legi, Sakiyem (54) mengeluhkan harga yang sangat tinggi, yakni mencapai Rp40 ribu per kilogram. “Hari ini regane (harganya) jos gandos, 40 (ribu) per kilo,” kata Sakiyem.

Ia menyebut, harga daging ayam terus merangkak naik. Dari sebelum Natal dan Tahun Baru 2022 masih di kisaran harga Rp35-36 ribu. Kemudian pada tahun baru naik menjadi Rp37 ribu dan saat ini sudah mencapai Rp40 ribu.

-Advertisement-

Baca juga: Harga Minyak Goreng dan Cabai Rawit Mulai Turun

“Sekarang ya kurang ketersediaane. Lha ini naik terus gini hargane ndak bisa nuntut og, kalau belinya kecil-kecil. Maksude nggih kalau sekarang sekilo 40 (ribu), ya (orang akan) itung-itungan kalau makan (ayam) kan,” keluhnya.

Dengan harga yang naik tinggi dan pembeli yang menyusut, Sakiyem mengaku tidak berani menyediakam stok daging ayam dengan jumlah banyak.

“Pedagang ya susah. Ya moga-moga nek kalau bisa ya diturunke standar aja,” keluh pedagang asal Mojosongo itu.

Hal yangs ama juga diutarakan Haryanti (59), pedagang daging ayam di Pasar Gedhe. Dengan harga daging ayam tersebut, ia terpaksa harus menjual dengan harga rendah.

“Kalau ada yang mau, harganya Rp40 ribu, kalau ndak mau ya cuma Rp 37 ribu. Itu rugi aku kalau harganya segitu. Tapi kalau ndak dikasihke peminate ndak ada,” ujarnya.

Baca juga: Disdag Solo Ungkap Faktor Penyebab Naiknya Harga Telur, Cabai dan Minyak Goreng

Menurutnya, pembeli yang berlangganan dengannya merupakan pedagang makanan dan sedikit pembeli daging ayam untuk konsumsi pribadi.

Mbok tolong diperhatikan kalau dagang kecil ndak bisa. Kalau seperti ini rugi nangis kalau gini. Resiko nanti kalau nyetok banyak, ndak berani,” ucapnya.

Dengan harga tersebut,  Haryanti mengaku hanya bisa menjual sebanyak 20 potong ayam per harinya. Padahal, sebelum harga naik, dirinya bisa menjual sebanyak 40 hingga 50 potong ayam.

Harapane tolong pemerintah diperhatikke. Kalau seperti ini rugi. Harga itu stabil lebih bagus. Maksude yang ternak ndak rugi, yang penjual juga ndak rugi,” harapnya mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER