BETANEWS.ID, SEMARANG – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) harga minyak goreng di Kota Semarang saat ini masih mahal. Data Dinas Perdagangan Kota Semarang menyebut, sampai saat ini, harga minyak goreng yang beredar di kisaran Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu setiap liternya.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang, Sugeng Dilianto mengatakan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab harga minyak goreng masih mahal. Salah satunya adalah harga minyak kelapa sawit dunia tinggi.
Baca juga : Harga Cabai di Semarang Naik, Pedagang Keluhkan Pembeli Terus Menurun
“Kedua, adanya isu minyak curah tak boleh diperjualbelikan di pasar,” jelasnya saat ditemui di Kantornya, Rabu (15/12/2021).
Menurutnya, naiknya harga minyak goreng sudah terjadi sejak bulan November, tepatnya pada minggu kedua. Untuk kenaikannya di setiap pasar beda-beda. Kapasitas pasar turut mempengaruhi harga minyak di Kota Semarang.
“Kalau di pasar di MAJT dan Karangayu itu harganya sekitar Rp 17 ribu. Namun, untuk pasar menengah seperti Pasar Bulu dan Mijen, harganya lebih mahal sekitar Rp 18 ribu,” ujarnya.
Jika dibandingkan dengan harga sebelumnya, harga minyak goreng naik sekitar Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per liternya. Dalam hal ini, yang paling terdampak adalah industri kecil, seperti penjual gorengan yang memakai banyak minyak.
“Memang industri kecil dan UMKM banyak yang terbebani oleh naiknya harga minyak goreng,” imbuhnya.
Baca juga : Naik 100 Persen Lebih, Harga Cabai di Kudus Makin Pedas Jelang Nataru
Saking lamanya harga minyak goreng naik, beberapa pedagang sudah mulai terbiasa dengan hal itu. Beberapa ada pedagang yang menaikkan harga makanan yang dijual seperti gorengan dan beberapa makanan yang lain.
“Namun hal seperti itu kan memang harus adaptasi,” katanya
Editor : Kholistiono

