31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaKUDUSWaspada! Bendung Wilalung...

Waspada! Bendung Wilalung Berstatus Awas

BETANEWS.ID, KUDUS – Debit air yang berada di Bendung Wilalung, yang berada di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus terlihat tinggi, Sabtu (20/11/2021). Tumpukan sampah terlihat memenuhi pintu air karena terseret arus. Sampah tersebut mulai dari sampah plastik, bambu, dan juga pohon pisang.

Pelaksana Lapangan Sungai Serang, Lusi, Wulan BBWS Pemali Juana Heri Bangkit Setyadi mengatakan, saat ini debit air di Bendung Wilalung berstatus awas, dengan tinggi jagaan setengah meter. Menurutnya, debit air tinggi di Bendung Wilalung diakibatkan intensitas curah hujan yang tinggi di hulu sungai.

Normalisasi di aliran sungai dekat Bendung Wilalung untuk antisipasi debit air sungai meninggi. Foto: Kaerul Umam.

“Curah hujan yang mengguyur pada Kamis (18/11/2021) di beberapa daerah, khusus di kawasan dekat Bendung Wilalung ini sangat tinggi. Sehingga debit air mengalami kenaikan. Namun, saat ini kondisi sudah mengalami penurunan. Karena dari debit air 754 m3/detik, kini berangsur-angsur turun di angka 684 m3/detik, dan ini masih berstatus awas,” tutur pria yang akrab disapa Heri itu kepada betanews.id.

- Ads Banner -

Baca juga: Antisipasi Banjir, Dinas PUPR Kudus Bersihkan Sampah di Jembatan Desa Kesambi

Jika beberapa hari kedepan tak hujan, katanya, debit air akan berangsur-angsur turun dikit demi sedikit. Menurutnya, meski berstatus awas semua pintu yang ada di Bendung Wilalung belum dibuka. Karena pihaknya, mengacu pada Bendung Klambu.

“Pada acuan kami lebih ke Bendung Klambu. Jika debit air di Bendung Klambu melebihi 800 m3/detik, pintu yang dibuka adalah pintu 10, yang mengarah ke Sungai Juwana,” jelasnya.

Baca juga: Hujan Deras Semalaman, Ratusan Rumah dan Sekolah di Desa Jojo Kudus Kebanjiran

Ia juga menambahkan, di area Bendung Wilalung itu juga ada aktivitas normalisasi dan aktivitas pengisian sandbag. Menurutnya, pengisian sandbag tersebut guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Kemudian pelaksanaan normalisasi yang dilakukan tersebut untuk pemeliharaan dan perluasan sungai Juwana.

“Untuk normalisasi ini dilakukan kurang lebih sejauh 100 meter dari lokasi Bendung Wilalung. Dan ini sudah berjalan satu Minggu yang lalu,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler