BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang terlihat antre di sebuah stand penjualan susu yang berada di depan Gelanggang Olah Raga (GOR) Wergu Kudus, Selasa (23/11/2021). Di antara pembeli itu, tampak seorang perempuan berhijab dengan cekatan melayani mereka. Itu adalah satu di antara stand penjualan Susu Menara, susu sapi murni yang diklaim paling murah di Kudus.
Owner Susu Menara Mansur Setiawan (33) mengatakan, produknya itu merupakan susu sapi murni dengan harga sangat terjangkau di Kudus. Sebab yang melatar belakangi ia merintis usaha susu, satu di antaranya adalah agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan susu berkualitas dengan harga yang paling ekonomis.

“Harga Susu Menara ini paling murah di Kudus. Harganya hanya Rp12 ribu per liternya, untuk susu sapi murni rasa original,” ujar pria yang akrab disapa Mansur itu.
Baca juga: Ingin Bantu Orangtua Biayai Pendidikannya, Santri di Kudus Rintis Jualan Alpukat Kocok
Warga Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu menambahkan, meski mematok harga murah, Susu Menara tetap punya kualitas paling bagus di antara susu yang ada di Kota Kretek. Hal itu dibuktikannya dengan hasil laboratorium dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus.
“Berat jenis atau kekentalan Susu Menara itu antara 27 sampai 28. Sementara yang sudah ada itu rata-rata nilai kekentalannya sekitar 25. Padahal semakin tinggi tingkat kekentalan itu semakin bagus,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Mansur, Susu Menara yang dijual itu merupakan susu sapi murni tanpa bahan pengawet. Hal itu bisa dilihat dari warna susu yang dijualnya memiliki warna putih agak kekuningan, tidak putih tulang.
“Jadi jangan salah ya. Susu sapi murni itu warnanya yang putih kekuningan. Sedangkan susu yang ada pengawetnya itu yang warnanya putih tulang dan rasanya agak pahit,” jelasnya.
Dia mengatakan, dalam menekuni usaha susu murni tanpa pengawet dibutuhkan penanganan khusus. Di antaranya harus paham suhu yang dibutuhkan tempat penyimpanan susu, dan harus tahu berapa lama susu murni tersebut boleh di luar. Sebab susu sapi murni tanpa pengawet hanya kuat bertahan lima jam saja di suhu luar.
Baca juga: Minuman Alpha Boba Ini Harganya Mulai Rp5 Ribu, Pantesan Ramai Diserbu Pembeli
“Karena tanpa pengawet itulah, kita harus detail dalam menangani susu murni. Sebab jika salah susu bisa rusak. Kalau sudah rusak ya dibuang dan kita pasti rugi. Saya pernah mengalami hal itu pada awal merintis usaha Susu Menara. Bahkan susu yang rusak hingga ratusan liter,” bebernya.
Meski begitu, ia mengaku tidak kapok. Hal tersebut dianggap romantika orang dalam merintis usaha. Justru masalah tersebut dijadikannya pembelajaran dalam proses perjalanan menangani susu murni.
“Alhamdulillah usaha Susu Menara sudah mulai jalan. Saya pun sudah ada tiga tempat penjualan di Kudus. Selain susu original, ia juga menjual Susu Menara dengan berbagai varian rasa. Dalam sepekan saya bisa menjual antara 500 hingga 600 liter,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

